“PENGENALAN YANG MENGUATKAN”: Renungan, Minggu 14 Januari 2024

0
1613

Hari Minggu Biasa II (H)

1 Sam. 3:3b-10,19; Mzm. 40:2.4ab.7-8a.8b-9.10; 1Kor. 6:13c-15a.17-20; Yoh. 1:35-42

Di sebuah desa kecil, ada seorang guru di sekolah katolik yang dikenal memiliki kepribadian yang baik dan saleh. Ia disenangi oleh murid-muridnya karena hatinya yang tulus dan mengasihi anak-anak didiknya layaknya orang tua mereka. Di ruang kelas, ia seringkali memperkenalkan Yesus kepada murid-muridnya. Suatu ketika, seorang murid bertanya kepadanya mengenai siapakah Yesus. Guru itu tersenyum melihat kepolosan muridnya dan berkata: “Muridku yang baik, Yesus itulah yang mengajarkan kepadaku untuk berbuat baik dan tulus dalam mengasihi sesama. Maka kamu juga harus mengenal Yesus agar dapat mengasihi siapa saja dengan hati yang tulus.”

Bacaan injil hari ini menceritakan kisah tentang Yohanes dan dua orang muridnya yang melihat Yesus. Saat melihat Yesus lewat Yohanes berkata: “Lihatlah Anak Domba Allah!” Perkataan ini membuat mereka memutuskan untuk mengikuti Yesus. Dalam situasi yang menggembirakan itu, Andreas yang adalah salah satu dari dua orang yang mendengar perkataan Yohanes tadi, pergi memanggil Simon dan mengatakan bahwa mereka telah menemukan Mesias. Maka dibawanyalah Simon kepada Yesus, dan Ia berkata kepada Simon: “Engkau Simon, anak Yohanes, engkau akan dinamakan Kefas yang berarti Petrus.” Dalam bacaan pertama juga dikisahkan bagaimana panggilan Samuel dimulai. Samuel mengalami keadaan ketidaktahuan tentang Allah, namun dengan bantuan Eli ia dapat menjawab Allah dengan mengenali suaraNya. Itu berarti Samuel mau untuk mengenal Allah sebagai Tuhan dan memberikan dirinya sebagai hamba. Rasul Paulus dalam bacaan kedua menyampaikan bahwa tubuh kita ini adalah untuk Tuhan dan merupakan bagian dari Kristus. Maka manusia harus bisa menghindarkan tubuh dari percabulan.

Umat yang terkasih, kita terkadang lupa bahwa untuk mengikuti Yesus, kita harus mengenal Dia terlebih dahulu. Bagaimana mungkin kita dapat mewartakan karyaNya tanpa mengenal siapa itu Yesus. Seringkali yang terlintas di pikiran kita adalah Allah itu Maha Baik, Allah sumber kasih, tetapi kita tidak pernah datang ke hadapanNya untuk mengenal dan belajar dari kebaikan dan kasih yang terpancar dari dalam diri Yesus sebagai perantaraanNya. Pengenalan akan Allah dan Yesus itu penting bagi kita sebagai seorang yang beriman kepada Allah. Karena dengan begitu, kita juga mengenal siapa Allah yang mengutusNya, dan menguatkan tubuh kita agar mampu menghindari dosa supaya kita bisa berfokus pada tugas perutusan sebagai orang yang mengenal Yesus. Kenalilah Dia dan jadilah muridNya yang setia dan bijaksana.

Fr. Marcelino Ronaldo

“Marilah dan kamu akan melihatnya” (Yoh. 1:39).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga dengan mengenal Yesus putera-Mu, aku semakin dikuatkan untuk mencintai tugas perutusanku di dunia ini. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini