Hari Kelima Dalam Oktaf Natal (P)
1 Yoh. 2:3-11; Mzm. 96:1-2a,2b-3,5b-6; Luk. 2:22-35.
Sebuah istilah latin yang tak lazim kita dengar yaitu Imitatio Christi, yang artinya meniru atau menyerupai Kristus. Istilah ini merupakan judul buku yang ditulis oleh seorang imam biarawan bernama Thomas à Kempis pada abad ke-15. Karyanya ini berisikan ajaran dan panduan tentang bagaimana seseorang dapat mengikuti teladan Kristus dalam kehidupan sehari-hari. Namun apa artinya serupa dengan Kristus?
Saat kita merayakan Oktaf Natal, kita merenungkan kisah kelahiran Yesus Kristus, Mesias yang dinanti-nantikan. Namun Injil Lukas 2:22-35 menghadirkan sebuah momen yang mengingatkan kita bahwa Natal bukan hanya tentang kelahiran Yesus, tetapi juga tentang panggilan untuk menjadi serupa denganNya. Hal ini tampak dalam kesiapsediaan Maria dan Yusuf untuk membawa bayi Yesus ke Bait Allah sebagai tanda pemenuhan hukum Taurat.
Ketika mereka tiba di Bait Allah, mereka bertemu dengan Simeon, seorang yang benar dan saleh. Roh Kudus telah menjanjikan kepadanya bahwa dia tidak akan mati sebelum melihat Mesias. Ketika Simeon melihat Yesus, dia mengambilNya dalam pelukannya dan memuji Allah sambil mengucapkan kata-kata yang penuh makna.
Dalam konteks Oktaf Natal, kita dipanggil untuk merenungkan bagaimana kita dapat menjadi serupa dengan Kristus. Seperti Maria dan Yusuf, kita harus bersedia tunduk kepada kehendak Allah, bahkan jika itu mengharuskan kita menghadapi kesulitan. Seperti Simeon, kita harus menjadi saksi terang Kristus bagi bangsa-bangsa di sekitar kita. Natal mengajarkan kita bahwa kedatangan Kristus ke dunia ini adalah hadiah yang luar biasa. Namun, itu juga adalah panggilan bagi kita untuk hidup dalam cinta kasih seperti yang diajarkan oleh Kristus.
Maka dari itu, pantaslah kita sebagai orang-orang terpanggil menanyakan pada diri kita sendiri: “Bagaimana kita bisa menjadi lebih serupa dengan Kristus? Bagaimana kita bisa mengikuti jejak Maria dan Yusuf yang bersedia tunduk kepada kehendak Allah, dan bagaimana kita bisa menjadi saksi terang Kristus bagi dunia di sekitar kita?” Inilah panggilan Natal kita untuk hidup seperti Kristus, dan membawa terangNya ke dalam kegelapan, serta menjadi saksi kasihNya kepada semua orang. Semoga kita dapat menjalani panggilan ini dengan rendah hati, penuh iman, dan penuh kasih.
Fr. Herman Yoseph Batlayeri
“Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan” (Luk. 2:34b)
Marilah berdoa:
Ya Allah, berilah kami kekuatan untuk hidup serupa dengan Kristus serta penuh pengharapan dan kesediaan untuk mengikuti kehendakMu. Amin.











