“TAK ADA YANG MUSTAHIL”: Renungan, Sabtu 23 Desember 202

0
738

Hari Biasa Khusus Adven (U)

Mal. 3:1-4;4:5-6; Mzm. 25:4bc-5ab,8-9,10,14; Luk. 1:57-66

Dalam kehidupan sehari-hari, semua manusia pasti memiliki pengalaman hidup, entah baik maupun buruk. Pengalaman-pengalaman itu pasti membekas dalam diri setiap manusia, karena terjadi dengan kesadaran diri sendiri. Tindakan yang baik akan mendatangkan berkat dan rahmat. Contoh ketika membantu teman yang berkekurangan, pasti ada hal yang akan membuat hati manusia merasa puas. Sebaliknya tindakan yang tidak baik akan mendatangkan hukuman baginya dan hatinya merasa tidak tenang.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan tentang Elisabet yang mandul, menerima berkat dan rahmat dari Tuhan untuk mengandung dan melahirkan seorang anak di masa tuanya. Dialah Yohanes. Kelahiran Yohanes Pembaptis membawa peristiwa yang menakjubkan bagi Zakharia dan orang-orang di sekitarnya. Tuhan telah menunjukkan kuasaNya kepada Elisabet dan anaknya. Inilah buah dari kerendahan hati, kebaikan hati dan kesetiaan Elisabet yang mempercayakan hidupnya kepada Allah. Peristiwa yang menakjubkan ini telah membuat Zakharia dan orang di sekitarnya yang kurang percaya itu terheran-heran. Lalu mereka mendengar  dan kemudian membuka mulut untuk memuji Allah. Kelahiran Yohanes Pembaptis menjadi tanda kehadiran Allah bagi seluruh umatNya, sebagai pendahulu Mesias. Yohanes bertugas untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan dan memperkenalkan keselamatan kepada bangsa Israel dan semua umat manusia. Ia pun menunjukkan bahwa Kristus hadir di tengah umatnya.

Oleh karena itu, sebagai umat beriman manusia perlu menyadari segala perbuatan yang mungkin selaras dengan bangsa Israel. Setiap pribadi harus bertanya dalam diri sendiri apakah tindakan saya mendatangkan rahmat dan keselamatan dari padaNya. Oleh karena itu,  untuk menerima semuanya itu, kita harus bertobat dan memperbaiki hidup kita menjadi lebih baik, serta selalu yakin dan percaya akan karya keselamatan  dari Allah. Dengan demikian kita pun diluputkan dari kebinasaan pada hari kedatangan Tuhan. Masa Adven ini menjadi momen untuk mempersiapkan diri,  menantikan, dan menyambut  kedatangan Yesus Kristus sebagai Penyelamat Dunia.

(Ipel Narwadan)

“Sebab tangan Tuhan meyertai dia” (Luk.1:66).

Marilah berdoa:

Ya Allah, bantulah aku supaya selalu taat dan percaya kepadaMu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini