TUJUAN KITA DILAHIRKAN »: Renungan, Selasa 19 Desember 2023

0
1010

Hari Biasa Khusus Adven (III) (U).

Hak. 13:2-7.24-25a; Mzm. 71:3-4a,5-6ab,16-17; Luk. 1:5-25

Pada saat ini kita masih berada dalam suasana pekan dari minggu adven ke-3 atau yang lebih kita kenal sebagai minggu gaudete. Pada hari minggu pekan ini Gereja mengajak kita untuk bersama-sama bersukacita sebab kelahiran Tuhan sudah semakin dekat. Dalam kehidupan kita kelihatannya tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang menentukan sendiri dia harus dilahirkan di mana dan oleh siapa dia. Kisah kelahiran merupakan suatu misteri, namun juga merupakan penantian yang membahagiakan.

Dalam konteks masa penantian, bacaan-bacaan pada hari ini memberikan suatu kisah yang menarik dari dua orang hebat yang diangkat dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Kedua tokoh yang dimaksud adalah Simson dan Yohanes Pembaptis. Kisah dari tokoh-tokoh ini  merupakan kisah yang inspiratif dan juga merupakan suatu peristiwa iman yang baik untuk direnungkan. Bacaan pertama yang diambil dari kitap Hakim-hakim mengatakan bahwa seorang malaikat Allah menampakkan diri kepada seorang wanita mandul dan mengatakan, “Memang engkau mandul, tapi engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki”. Kisah kelahiran anak ini yang kemudian diberi nama Simson menjadi menarik dan unik karena anak ini mempuyai peran penting nantinya dalam menyelamatkan orang Israel dari orang Filistin. Artinya sejak dalam kandungan anak ini telah mendapatkan tugas yang harus ia jalankan.

Bacaan Injil pun mengisahkan juga sosok malaikat Allah yang menampakkan diri kepada Zakharia dengan mengatakan bahwa isteri dari Zakharia yaitu Elisabet akan mengandung dan melahirkan di masa tuanya. Dalam momen seperti ini juga Allah menujukkan kekuasaannya dengan membuat Zakharia menjadi bisu. Dia juga mengatakan kepada Zakharia bahwa anak ini sejak lahir sudah dipenuhi oleh Roh Kudus. Pesan penting dari kabar itu adalah bahwa anak ini akan menjadi tanda yang akan mendahului Tuhan dan ia akan menyiapkan kedatangan Tuhan di dunia.

Dua kisah ini menarik untuk kita renungkan. Kita diajak kembali untuk melihat kembali tujuan saya dilahirkan. Di masa adven ini kita kembali lagi diajak untuk melihat apakah kita sungguh-sungguh menyiapkan diri untuk menyambut Tuhan? Yohanes sejak dari kandungan sudah memikul beban untuk menyambut dan mempersiapkan kedatangan Tuhan.Bagaimana dengan kita? Simson sejak dalam kandungan pun sudah memikul beban untuk membebaskan Israel.Bagaimana dengan kita?

Warta gembira dari malaikat Gabriel sudah kita dengar bahwa kedatangan Tuhan perlulah dipersiapkan. Untuk itu mari kita bersama-sama lahir kembali seperti Yohanes Pembaptis yang membawa tujuan mulia yakni mempersiapkan kedatangan Tuhan. Hal yang perlu kita lakukan sebagai orang beriman adalah berusaha menyucikan diri kita dengan cara semakin membuka diri kepada Tuhan, mendengarkan bisikanNya dan terbiasa melaksanakan perintahNya. Hal yang terpenting adalah kita harus tahu tujuan kita untuk dilahirkan, yaitu agar nama Tuhan semakin banyak dimuliakan di mana-mana. Marilah kita lahir kembali bersama Yohanes Pembaptis dengan membawa tugas khusus, yaitu menyiapkan kedatangan Tuhan.

Fr. Fujio Tawas

“Kata malaikat itu, sesungguhnya engkau akan menjadi bisu  dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya “ (Luk. 1:20).

 

Marilah berdoa :

Tuhan, semoga saya sungguh dapat mempersiapkan diri untuk menyambut kedatangan-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini