“KETULUSAN HATI”: Renungan, Senin 18 Desember 2023

0
738

Hari Biasa Khusus Adven (U).

BcE Yer. 23:5-8; Mzm. 72:2,12-13,18-19; Mat. 1:18-24.

Kita semua pernah dilahirkan dan hal yang sama juga dialami  oleh Yesus Kristus. Yesus adalah anak Allah yang hidup, yang dilahirkan ke dunia untuk menebus dosa-dosa dan menyelamatkan kita semua. Allah memiliki rencana yang luar biasa dan istimewa yang sulit kita pahami, namun membawakan dampak positif yakni keselamatan untuk kita semua.

Kelahiran setiap orang tidak terlepas dari peran orang tua yakni ayah dan ibu. Yesus memiliki ayah dan Ibu yakni Yusuf dan Maria. Mereka adalah orang-orang yang sederhana dan biasa-biasa saja yang dipilih oleh Allah untuk mengambil bagian dalam karya penyelamatan Allah di dunia ini. Maria dan Yusuf memiliki kelebihan yang mungkin sulit dimiliki oleh orang lain yakni kerendahan hati, ketaatan yang luar biasa, ketulusan bahkan peduli dengan banyak orang. Satu hal penting lagi yakni iman yang kokoh dan kuat kepada Allah. Hal-hal inilah yang menjadi alasan mengapa mereka dipilih oleh Allah untuk mengambil bagian dalam karya Allah yang sangat luar biasa ini.

Di sini, kita diajak untuk memberikan perhatian penuh kepada Yusuf yang tulus hati, yang menerima Maria sebagai istrinya. Ketika Yusuf mengetahui bahwa Maria telah mengandung, ia berusaha untuk menceraikan Maria, tatapi karna ketulusannya ia menerima Maria dalam hidupnya. Yusuf berani ambil resiko dan bertanggungjawab karena Allah hadir dalam mimpinya dan mengatakan untuk mengambil Maria sebagai istrinya karena anak yang dikandung adalah dari Roh Kudus. Anak itulah yang dilahirkan untuk menjadi penyelamat untuk banyak orang. Maka pada bacaan pertama dikatakan bahwa akan lahir seorang pemimpin dari tunas Isai,  Dialah yang akan menjadi pemimpin yang bijaksana yang menghantar dan memimpin kita pada kebenaran sejati yakni Allah sendiri.

Kita semua diajak untuk belajar dan meneladani sikap Maria dan Yusuf yang memiliki kerendahan hati, ketulusan, kepedulian dan iman yang sungguh istimewa serta kokoh kepada Allah. Semoga peran mereka menginspirasi kita semua untuk melangkah menjadi pribadi-pribadi yang siap dipakai oleh Allah dalam karya-karya Allah di dunia ini yakni menjadi berkat bagi orang lain dan menghadirkan Allah dalam hidup pribadi dan sesama demi kebaikan dan keselamatan kita semua.

(Redaksi)

“Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka” (Mat. 1:21).

Marilah berdoa:

Ya Bapa, mampukanlah kami untuk meneladani sikap Sta. Maria dan St. Yusuf. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini