“SEBERAPA SESAT BEBANMU” : Renungan, Rabu 13 Desember 2023

0
776

PW. Santa Lucia (M)

Zef. 3:1-2,9-13; Mzm. 34:2-3,6-7,17-18,19,23; Mat. 21:28-32;

Dalam peziarahan hidup ini kita semua pasti pernah merasakan sakit, kecewa ataupun ditinggalkan. Apa yang kita buat untuk mengobati semuanya itu? Ada yang ke dokter, jalan-jalan, curhat kepada sahabat atau bahkan ada pula yang hanya diam meratapi sendiri hingga pada ujungnya merasa diri tidak berguna lagi, stress dan ingin mengakhiri hidup. Namun inilah problematika kehidupan yang tidak dapat kita hindari. Bahkan semua terjadi di luar rencana kita sebagai manusia yang hina dina.

Bacaan hari ini membawa suatu harapan baru bagi kita semua. Bahwa jalan satu-satunya ialah datang kepada Tuhan. Mau kemana dan kepada siapa lagi? Jangan sampai kita berbelok arah, mencari penghiburan yang dapat menyesatkan badan dan jiwa. Dalam kitab Yesaya, dengan jelas Tuhan mengajak kita untuk mengarahkan diri hanya kepadaNya saja. Sebab hanya pada Dialah yang Mahakuasa dan Mahakuat. Begitu pula dalam Injil Matius. Yesus mengajak kita untuk datang kepadaNya. Kita semua yang berbeban berat, letih lesu akan memperoleh ketenangan. Tangan Tuhan yang penuh kuasa akan senantiasa menolong dan merangkul semua umat yang tidak berdaya.

Sebagai umat beriman, kita mesti teguh dan percaya bahwa “kuk” yang dipasang pada bahu kita semua akan diringankan olehNya. Setiap masalah atau apapun yang terjadi dalam diri kita, pasti semua atas izin kuasaNya. Sebab apa yang Tuhan kehendaki, biarlah juga Ia yang akan menyempurnakannya. Maka kita perlu, keluar dari keegoisan diri “menganggap diri mampu”. Akan tetapi bagaimana kita senantiasa berserah diri penuh.

Seperti Santa Lucia, orang kudus yang kita peringati hari ini. Seorang martir perawan yang mempertahankan kemurniannya hanya untuk kemuliaan Tuhan. Ia senantiasa mengutamakan Tuhan dalam hidupnya. Sebab persembahan yang paling mulia ialah persembahan diri dan menjadi berkat yakni membawa cahaya serta harapan bagi mereka yang menderita. Karena dalam Yesus, ada kelegaan yang menyelamatkan.

Fr. Roberto Kaparang

“Sebab Aku ini, Tuhan Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau”” (Yes. 41:13).

 Marilah berdoa:

Tuhan, biarlah aku hidup dalam Engkau dan melaksanakan kehendak-Mu adalah keutamaan hidupku. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini