“BERGAUL DENGAN MALAIKAT”: Renungan, Senin 6 November 2023

0
800

Hari Biasa (H)

Rm. 11:28-36; Mzm. 69:30-31.33-34.36-37; Luk. 14:12-14

Injil hari ini menceritakan kisah inspiratif kepada kita. Suatu hari ada seorang yang mengadakan pesta lalu ia mengundang kerabat, kenalan, tetangga dan keluarganya. Seseorang ingin menikmati kebahagiaan bersama orang-orang terdekat sebagaimana yang sudah ia kenal. Akan tetapi Yesus tidak menyukai perbuatan itu dan meminta untuk mengundang orang-orang yang tidak dikenal ke dalam pesta, yaitu orang-orang di jalanan dan orang kecil. Yesus hendak mengajak kita untuk membangun relasi dengan sesama dan membantu bagaimana cara kita memandang sesama. Terkadang kita tidak mau bergaul dengan sembarang orang. Kita hanya suka bergaul dengan mereka yang baik pada kita tetapi yang kurang baik dihindari.

Dalam Injil, Yesus menghendaki agar kita mengundang orang-orang miskin, cacat, lumpuh dan buta adalah bagaimana kita menaruh kasih kepada yang berkekurangan. Hal itu termasuk dalam banyak hal entah itu kekurangan fisik, ekonomi, mental dan imannya. Seperti halnya Yesus yang datang untuk domba-dombaNya yang hilang dan tersesat, begitu juga kita diajak untuk melakukannya. Kebahagiaan untuk hanya dengan orang yang dikenal adalah suatu kebiasaan yang sering orang lakukan. Yesus mengajak kita untuk mengubah model kebiasaan itu, yaitu bagaimana cara kita berelasi dan membangun kebersamaan dengan orang-orang terpinggirkan. Manusia menciptakan tembok pemisah dalam berelasi. Tentu ada hal mendasar mengapa seseorang menciptakan tembok pemisah. Hal itu karena ia hendak mencari penghormatan, disanjung, dihargai, disayangi dan hendak mendapatkan keuntungan dari seseorang. Contoh kecilnya ialah untuk mendapatkan kehormatan, uang, atau jabatan, maka ia akan bergaul dengan orang kaya. Tidak mungkin dengan orang miskin.

Berelasi dengan siapa saja terutama dengan mereka yang berkekurangan adalah cinta yang Yesus anugerahkan pada setiap orang beriman. Seperti halnya Yesus yang mengajar keliling kota dan bergaul dengan orang miskin, Ia sama sekali tidak mencari keuntungan dan penghormatan. Ia melakukan hal itu supaya orang sadar bahwa orang-orang kecil juga mendapatkan hak yang sama dalam kebahagiaan anak-anak Allah. Kalau kita hanya bergaul dengan orang yang baik dan orang-orang besar saja, maka tidak ada hal yang kita berikan dalam kebahagiaan. Tetapi lihatlah mereka yang berkekurangan agar kita datang mengangkat dan memberikan kehangatan dan kebahagiaan. Bersahabat dan terbuka kepada mereka akan membuka pula pintu surga pada saat kita menghadap Bapa kelak.

(Vinsensius Raga)

 “Janganlah mengundang sahabat-sahabatmu, melainkan undanglah orang-orang miskin dan cacat” (Luk. 14:13).

Marilah berdoa:

Ya Yesus yang murah hati, bimbinglah aku agar dapat menaruh kasih dan perhatian untuk sesama yang berkekurangan. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini