“TEMUKANLAH CAHAYA ITU”: Renungan, Jumat 27 Oktober 2023

0
1080

Hari Biasa (H)

BcE Rm. 7:18-25a; Mzm. 119:66,68,76,77,93.94; Luk. 12:54-59.

Dunia yang kita tempati ini telah mengalami berbagai macam perubahan dalam banyak segi. Dalam rentang waktu 10-20 tahun terakhir ini, teknologi berkembang sangat pesat serta peristiwa-peristiwa besar berskala global yang umat manusia alami mengubah sebagian besar segi kehidupan. Semua perubahan itu tentu menuntut kita agar lebih peka terhadap segala hal di sekitar kita dan secara bersamaan membantu kita untuk giat menemukan hal yang paling mendasar dari hidup kita sehingga tidak dibutakan dengan segala perubahan duniawi yang ada.

Yesus dalam Injil hari ini mengkritik dengan keras para ahli Taurat dan orang Farisi yang seolah menutup mata terhadap kebenaran sejati yang sudah lama dinantikan oleh orang Israel hanya karena hal duniawi yang bersifat sementara yakni status dan pengaruh mereka dalam masyarakat kala itu. Namun dalam situasi seperti itu mereka diperhadapkan pada dua jalan yakni jalan kebenaran yang dibawa oleh Kristus sendiri dan jalan kebinasaan yang disediakan oleh dunia. Dan jelas dalam injil hari ini, mereka lebih memilih menutup mata terhadap kebenaran itu. Ketidakpekaan dan pilihan mereka itu bukan hanya membawa bencana kepada diri mereka sendiri tetapi berpengaruh pada orang-orang sezamannya.

Kita yang hidup di zaman sekarang pun tidak terlepas dari berbagai tawaran. Lewat injil hari ini, kita diajak untuk mendengarkan dengan baik kehendak Tuhan dalam diri kita masing-masing meski di tengah bisingnya dunia. Cara yang paling tepat untuk menggemakan firman Tuhan dalam diri kita ialah tinggal dalam hadiratNya. Hal inilah yang tidak dilakukan oleh orang Farisi dan para ahli Taurat. Kita harus menenangkan diri, berdoa dan merefleksikan hidup kita agar bisa menjadi alat Tuhan di dunia. Dengan selalu dekat dengan Tuhan dan berdoa dihadapan hadiratNya, kita bisa memahami setiap perubahan yang terjadi di sekitar kita serta tidak terpengaruh olehnya, karena kita tahu mana hal yang paling mendasar yang perlu kita temukan di dalam setiap gerak perubahan tersebut. Dan hal paling mendasar itu tidak lain ialah kebenaran sejati yakni Kristus sendiri. Setelah menemukan Kristus bagi diri kita maka kita pun dipanggil untuk menunjukkan cahaya kehidupan yang mulai redup oleh gelapnya dunia kepada sesama kita.

(Fr. Harley Patty)

“Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapakah kamu tidak dapat menilai zaman ini?”. (Lukas 12:56)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami untuk menemukan kebenaran sejati itu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini