“KASIHNYA LUAR BIASA!”: Renungan, Senin 16 Okt 2023

0
1533

Hari biasa (H)

Rm. 1: 1-7; Mzm. 98: 1,2-3ab,3cd-4; Luk. 11: 29-32

Rasul Paulus sebagaimana kita lihat dalam bacaan pertama, memberitakan Injil Allah kepada jemaat di Roma. Karena dengan perantaraannya, Allah mengaruniakan kasihNya kepada mereka sehingga mereka dipanggil untuk menjadi orang-orang kudus dan menjadi milik Kristus. Hal ini dikatakan oleh Paulus, karena pada saat itu, jemaat di Roma tidak sepenuhnya mengenal Allah atau mengenal kasih karuniaNya. Maka pada awal suratnya kepada Jemaat di Roma, Paulus berkata demikian. Agar jemaat di Roma boleh sadar dan merasa terpanggil untuk ambil bagian menjadi pengikut Kristus. Sebab, dengan mengikuti Kristus, mereka boleh mendapat kasih karunia dari padaNya dan dikuduskan oleh Dia.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan hal yang serupa. Orang banyak yang mengerumuni Yesus meminta suatu tanda daripadaNya. Mereka meminta tanda, karena mereka tidak sepenuhnya percaya akan segala hal yang sudah Yesus lakukan terhadap mereka. Yesus berkata kepada mereka; “Angkatan ini adalah angkatan yang jahat”. Mengapa mereka disebut Angkatan yang jahat? Karena, mereka tidak percaya akan segala hal yang Yesus sudah lakukan bagi mereka. Maka, Yesus memberikan tanda nabi Yunus kepada mereka. Tanda yang membuat orang Niniwe, berpuasa dan pada akhirnya bertobat. Mereka bertobat dan hidup benar di hadapan Allah.

Begitu pula dengan Yesus. Ia ingin menjadi tanda bagi dunia bahwa dengan kasih karuniaNya, manusia dapat diselamatkan dari segala dosa yang mereka perbuat. Meskipun Ia telah melakukan banyak tanda bagi manusia, namun manusia masih menuntut tanda yang membuat mereka sungguh percaya akan kasihNya. Tanda yang membuat mereka terpanggil untuk sepenuhnya menjadi pengikut Kristus yang setia. Maka Yesus memberikan diriNya, sebagai tanda bahwa hanya dengan diriNya manusia dihantar untuk memperoleh keselamatan. Karena manusia hanya percaya akan tanda yang dapat dilihat dan dirasakan secara nyata dalam kehidupan mereka, maka Yesus memberikan diriNya, agar manusia benar-benar percaya akan kasihNya kepada mereka.

(Fr. Afelindus Babaubun)

“Sebab seperti Yunus menjadi tanda untuk orang-orang Niniwe, demikian pulalah Anak Manusia akan menjadi tanda untuk angkatan ini” (Luk. 11: 30).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, terimakasih atas kasihMu yang melimpah dalam hidup kami. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini