Hari Raya Kemerdekaan Republik Indonesia (P). E KemSyah PrefTanahAir.
Sir. 10:1-8; Mzm. 101: 1a,2ac,3a,6-7; 1 Ptr. 2:13-17; Mat. 22:15-21. O Khusus AllTuh. BcO Gal. 5:1-26.
Mengenal identitas sebagai seorang anggota Gereja dan warga negara adalah hal yang terpenting dan bersifat wajib. Dengan demikian, orang tersebut akan bertindak dengan benar dan tidak merugikan pihak lain.
Pada 17 Agustus 1945 Bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Pernyataan ini timbul dari keyakinan bahwa setiap orang atau bangsa berhak atas kemerdekaan dan penjajahan harus dihapus dari muka bumi.
Sehingga yang menjadi cita-cita adalah membentuk suatu negara yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur, di bawah suatu pemerintahan yang bertekad memajukan kesejahteraan umum, membina kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian dan keadilan. Hal ini termuat dengan jelas dalam UUD 1945.
Hari ini sebagai warga negara Indonesia kita bersyukur kepada Allah Bapa di Surga karena kita diperkenankan merayakan HUT kemerdekaan Indonesia. Kita disadarkan dan dipanggil kepada kemerdekaan, yakni menghayati nilai-nilai yang terdapat dalam Injil Yesus Kristus dan dalam Pancasila, yang menjadi dasar negara kita.
Sebab itu Sabda Tuhan mengajarkan kepada kita untuk dapat mengenal identitas sebagai warga negara dan anggota Gereja.
Kitab Putra Sirakh memberikan bermacam nasihat bagi banyak orang. Khususnya ditujukan untuk para penguasa atau pemerintah. Mereka hendaknya penuh tanggung jawab dalam menunaikan tugas pemerintahan.
Mereka harus mendasarkan pemerintahan pada Tuhan yang menguasai alam semesta. Sehingga dapat tercipta masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera.
Rasul Petrus dalam suratnya yang pertama mengingatkan kita untuk berlaku sebagai orang-orang yang merdeka. Sebagai abdi Allah yang dibebaskan oleh Kristus, kita diajak untuk berlaku sebagai orang yang merdeka. Dalam hal ini rasul Petrus menganjurkan kita semua untuk takwa kepada Allah dan taat kepada atasan.
Dalam bacaan Injil, Matius dengan lantang mengatakan bahwa Tuhan Yesus adalah sosok yang mengenal dengan baik identitas-Nya sebagai warga negara dan anak Allah. Ia mengatakan: “Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” (Mat.22:21).
Sungguh terlihat dengan jelas bahwa Tuhan Yesus adalah orang yang takwa kepada Allah dan taat kepada atasan atau pemerintah.
Kristus menjadi figur yang patut diteladani. Maka setiap orang Kristen harus menjadi pelopor utama dalam memerdekakan orang lain. Sebab pemazmur mengatakan, kita semua dipanggil untuk merdeka. Jadi, mengabdilah satu sama lain dalam cinta kasih.
(Fr. Bobi Larat).
“Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” (Mat. 22:21).
Marilah berdoa:
Ya Allah, bantulah aku supaya dapat memerdekakan orang lain. Amin











