Pesta Pemuliaan Salib (M).
Bil. 21:4-9; Mzm. 78:1-2,34-35,36-37,38; Flp. 1:6-11; Yoh. 3:13-17.
Salib Kristus adalah tanda kemenangan umat kristiani di dalam iman kepada Kristus yang telah menderita sengsara, wafat di kayu salib dan bangkit dengan mulia. Di dalam tanda ini kamu menang : In hoc signo vinces! Tanda ini maksudnya adalah tanda salib Kristus. Mengapa Kristus sampai wafat di kayu salib? Siapakah Dia sebenarnya dan mengapa Dia wafat di kayu salib?
Pertama-tama kita ingin merenungkan misteri Salib Kristus dan realitas kejahatan manusia. Manusia mempunyai akal budi (rasio) dan kehendak bebas (volutas liber). Dengan kehendak bebasnya itu manusia bisa memilih yang baik, menjadi orang baik bahkan menjadi suci. Tetapi dengan akal budi dan kehendak bebas yang sama itu manusia bisa melakukan yang jahat dan hidup dalam dosa. Kenyataan akan dosa itu membuat manusia menderita sengsara. Bahkan sebelum Tuhan menghukum manusia sesuai dengan kejahatannya, manusia sudah menderita akibat dosa – dosanya sendiri. Dalam teologi katolik situasi kedosaan manusia itu disebut dosa asal atau dosa yang menyatu dengan keberadaan manusia (bersifat ontis). Tidak seorangpun yang bebas dari cela dosa itu kecuali Tuhan Yesus dan Bunda Maria. Tuhan Yesus tidak dikenai dosa karena Dia adalah Yang Kudus dari Allah. Bunda Maria tidak dikenai cela noda dosa karena ia akan mengandung dan melahirkan Putera Allah. Tetapi semua manusia lain telah terperangkap ke dalam kuasa dosa, dan tidak seorangpun dapat meloloskan diri dari akibat dosa itu yaitu maut atau kematian. Manusia membutuhkan seorang penebus yang dapat membebaskan manusia dari lingkaran dosa, sehingga manusia itu diselamatkan. Dalam Bacaan II dari Surat Paulus kepada Jemaat di Filipi ditegaskan bahwa Yesus Kristus yang walaupun dalam rupa Allah namun Ia tidak menganggap kesetaraanNya dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan Ia telah mengosongkan diriNya, menjadi manusia dan menjadi seorang hamba sampai wafat, bahkan wafat di kayu salib. Akibat dosa manusia yang adalah maut dan kematian telah dikalahkan oleh pengosongan diri dari Putera Allah. Dosa dan maut telah dikalahkanNya.
Jadi, kita diselamatkan oleh wafat Kristus di kayu salib sebagai tanda hukuman atas dosa dan maut dan dengan demikian maut telah kehilangan sengatnya. Karena upah dosa adalah maut dan dosa manusia telah dilebur oleh wafat Kristus di salib sehingga maut tidak berkuasa lagi atas manusia yang percaya kepada Kristus. Dan kita diselamatkan oleh kasih Kristus yang mencintai kita sampai rela wafat di kayu salib. Wafat di Salib adalah tanda cinta kasih Kristus yang tanpa batas untuk kita para muridNya.
(redaksi)
“Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia” (Yoh. 3:17)
Marilah Berdoa:
Tuhan berkatilah kami agar semakin beriman kepadaMu. Amin.











