“APAKAH KITA AKAN DISELAMATKAN?”: Renungan, Selasa 12 September 2023

0
1000

Hari Biasa (H)

Kol. 2:6-15; Mzm. 145:1-2,8-9, 10-11; Luk. 6:12-19.

Setiap manusia tentunya mengharapkan untuk bisa selamat dan masuk dalam kerajaan surga. Tetapi apakah kita pernah berpikir tentang kelayakan hidup kita untuk bisa masuk dalam surga? Setiap orang cenderung memikirkan hal baik yang dilakukan untuk mendapatkan tempat yang layak. Manusia juga lebih suka memikirkan keberhasilan di masa depan dari pada memikirkan proses mencapai tujuan itu sendiri.

Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk melihat kasih Allah yang dicurahkan bagi setiap orang. Hal ini nampak lewat berbagai pengajaran dan mujizat yang dilakukan Yesus Kristus bagi manusia. Dalam bacaan pertama menggambarkan dengan sangat baik kepenuhan hidup dalam Kristus. Kita telah menerima Kristus dalam hidup kita, karena itu kita diajak untuk selalu berbuat dan bertindak di dalam Dia sehingga kita beroleh keselamatan dari padaNya. “Sebab dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan Allah dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia”. Sesungguhnya perkataan ini mengingatkan kita untuk tetap berada dalam naunganNya dan tidak berpaling dari padaNya. dengan begitu kita akan mengalami kepenuhan hidup yang sempurna dari Allah. Dalam bacaan injil, dikisahkan dengan sangat baik tentang panggilan kepada para muridNya dan peristiwa keselamatan. Para murid telah dipanggil Yesus sebagai murid yang sejati dengan tugas dan karya yang mulia. Mereka juga menjadi contoh dan gambaran yang baik dari kepenuhan hidup dalam Allah karena itu kita patut untuk mencontohi tindak hidup dan perbuatan yang dilakukan para murid.

Ada 2 hal yang penting bagi kita dalam merenungkan bacaan-bacaan hari ini. Pertama, hendaklah kita menaruh harapan pada Dia sebagai sumber dan akar dari hidup ini sehingga kita tidak tersesat dan jatuh dalam pencobaan dan dosa. Hendaklah kita juga untuk selalu menaruh harapan padaNya sebagai satu-satunya sumber keselamatan kita sehingga kehidupan kita dapat dipenuhi di Dia. Kedua, percaya. Dalam hidup kita telah menerima berbagai nasihat dan ajaran sebagai bagian dari landasan dasar hidup kita, tetapi sering kali kita jatuh dalam pikiran sempit kita sendiri tentang nasihat dan ajaran yang benar tersebut sehingga kita sering jatuh dalam dosa. Lewat bacaan-bacaan hari ini kita diajak untuk menaruh harapan pada Allah dan berpegang teguh padaNya. Hendaklah kita juga menaruh kepercayaan kepadaNya sehingga kehidupan kita diarahkan pada jalan yang benar.

Menaruh harapan padaNya berarti memberi diri seutuhnya kepada Allah dengan menjalankan dan melaksanakan ajaran dan perintahNya. Karena itu hendaklah kita sebagai orang beriman dipanggil untuk memberitakan dan mewartakan keselamatan bagi banyak orang agar kita semua bisa memperoleh hidup yang kekal dalam kerajaan surga.

(Fr. Ubaldus Mesasail)

“Dan semua orang banyak itu berusaha menjamah Dia, karena ada kuasa yang keluar dari pada-Nya dan semua orang itu disembuhkan-Nya.”

Marilah Berdoa:

Bapa dalam surga, mampukanlah hambamu untuk selalu menaruh harapan akan keselamatan dari padaMu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini