Hari Biasa (H)
Kel. 2:1-15a; Mzm. 69:3,14,30-31,33-34; Mat. 11:20-24.
Marilah kita mengingat kembali peristiwa penembakan Paus Yohanes Paulus ke-2 oleh Mehmet Ali Agca di Vatikan. Dalam hal itu, Paus tidak mau mengambil tindakan untuk menghukum dia malainkan memberi pengampunan baginya, agar dia pun bertobat dan mengakui kesalahannya. Terkadang juga kita pun telah berdosa dalam berbagai hal seperti mencuri, menipu, membunuh, memfitnah, serakah dan lain sebagainya. Sadarkah bahwa hal-hal tersebut membuat kita jauh dari Allah? Karena itu kita perlu bertobat. Bertobat berarti mengakui kesalahan dengan jujur supaya memperoleh pengampunan. Begitu pula dengan pertobatan kita kepada Tuhan sendiri, yang mana melaluinya kita memperoleh rahmat belas kasih-Nya.
Bacaan Injil hari ini, mengajak kita melihat peran Yesus dalam mengecam beberapa kota yang tidak mau bertobat dan adanya penghakiman di akhirat, bagi beberapa kota itu, yang tidak menanggapi seruan pertobatan dari Yesus sendiri. Dalam kehidupan kita sekarang ini, kita tidak sama sekali mau bertobat dan menyesali akan perbuatan yang telah kita lakukan dan tidak percaya akan mujizatNya. Hal ini dikarenakan, dalam diri kita tidak ada sikap rendah hati untuk melakukan pertobatan tersebut, padahal kita telah berdosa di hadapan-Nya. Untuk itulah muncul di dalam hati kita adanya rasa iri hati dan cemburu bahkan membanding- bandingkan apa yang menjadi milik kita dengan orang lain. Kecaman Tuhan dalam Injil tadi bisa juga menjadi kecaman bagi kita saat ini. Mengapa demikian? karena jika kita tidak mau bertobat untuk menyesali semua perbuatan jahat yang tidak sesuai dengan kehendakNya maka pada hari pengakiman, tanggungan kita saat ini bukan dinaikkan sampai ke langit melainkan akan diturunkan kedalam dunia orang mati.
Saudara-saudari yang terkasih melalui injil hari ini, kita diajarkan untuk selalu berusaha dalam pertobatan yang sesuai dengan perintah Tuhan kepada kita, agar kelak nanti kita dapat hidup dalam cahaya terang kasihNya dan terhindar dari penghakiman diturunkan di akhirat. Apakah kita sudah bertobat dan menyesali perbuatan kita ?
(Fr. Celsisus Brayen Ngilamele)
“Lalu Yesus Mulai mengecam kota-kota yang tidak, bertobat sekalipun Ia banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya.” (Mat. 11:20)
Marilah berdoa:
Ya Tuhan bantulah kami agar dapat bertobat atas segala kesalahan dan kelalaian kami. Amin











