Hari Biasa (H).
Kel. 3:13-20; Mzm. 105:1,5,8,9,24-25,26-27; Mat. 11:28-30.
Kebebasan dan kehendak adalah dua sifat alami manusia. Dengan kedua sifat ini manusia boleh menentukan hidupnya. Entah hidupnya menjadi baik; yang berkenan kepada Tuhan atau hidupnya menjadi bertentangan dengan kehendak Allah. Sering terjadi bahwa hidup kita malahan bertentangan dengan kehendak Tuhan. Kita dengan bebas dan tanpa ragu-ragu selalu melakukan kesalahan dan pelanggaran. Kita selalu merasa diri benar dengan tindakan yang kita perbuat. Semakin lama, rasanya semakin asyik dan bahkan menjadi kebiasaan kita. Ketika kesalahan dan dosa kita semakin banyak, kita mulai merasa jauh dari Allah. Beban dosa menghimpit kita, sehingga kita merasa ragu, apakah kita pantas di hadapan Allah?
SabdaNya dalam Injil hari ini, mendorong kita agar kembali kepada pangkuan kasihNya yang tak terbatas. Hal ini merupakan undangan Allah bagi kita manusia yang berdosa ini. “Marilah kepaaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu”. SabdaNya ini menegaskan bahwa Allah tidak pernah meninggalkan manusia, ciptaanNya berjalan sendiri. Dia tetap menyertai di mana pun mereka berada. Dengan kasihNya yang tak terbatas, Dia senantiasa membimbing dan menuntun mereka untuk kembali kepadaNya. Hal itu sungguh-sungguh dialami oleh orang Israel yang mengalami penindasan di tanah Mesir. Dengan perantaraan Nabi Musa, Tuhan berkehendak supaya orang Israel mau meninggalkan kehidupan yang tidak bermanfaat; kehidupan yang penuh dengan kesalahan dan dosa. Tuhan berkehenak supaya umatNya, manusia ciptaanNya kembali kepadaNya dan memperoleh suatu negeri yang berlimpah susu dan madu. Bukanlah suatu kehidupan yang penuh dengan kesengsaraan dan harapan akan kebahagiaan yang kian menipis.
Hidup yang sengsara disejajarkan dengan dosa yang kita perbuat. Semakin banyak kita berbuat dosa, maka semakin sengsaralah batin kita. Beban dosa itu akan selalu terbayang di dalam pikiran kita. Ketika kita bangun dari tidur, melakukan aktivitas harian, bahkan ketika kita kembali lagi ke tempat tidur, beban itu seakan menghantui pikiran dan mengguncangkan batin kita. Memang kita adalah manusia yang tak luput dari dosa. Akan tetapi apakah kita mau kembali kepadaNya; menghadiri undanganNya?
Allah meminta kita untuk kembali kepadaNya dan belajar dari Allah sendiri. Dia pasti akan memberikan kelegaan kepada kita, sebab Allah, Sang Mahatahu pasti memberikan pikulan yang mampu dipikul oleh manusia.
( Fr. Arnoldus Lopi)
“Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat.11:29)
Marilah berdoa
Ya Tuhan sumber keselamatan kami, berilah kami kekuatan dan keteguhan dalam menghadapi segala pencobaan hidup ini. Bila kami terbuai oleh dosa ampunilah kami. Supaya keselamatan yang telah Kau sediakan itu dapat kami alami. Amin











