“Cara Mengasihani Sesama”: Renungan, Selasa 11 Juli 2023

0
1058

Pw S. Benediktus, Abas (P).

Kej. 32:22-32; Mzm. 17:1,2-3,6-7,8b,15; Mat. 9:32-38.

Belas kasihan merupakan satu hal yang sangat menyenangkan bila bisa dirasakan. Ketika seseorang mengalami banyak masalah, belas kasihan dari orang lain akan sangat bermanfaat. Belas kasihan dapat terwujud dalam bentuk tindakan saling membantu sesama. Manusia sepantasnya saling membantu sesama terlebih bagi mereka yang menderita dan dikucilkan. Seberapa besar tindakan yang kita perbuat terhadap mereka yang menderita dan dikucilkan akan sangat bernilai jika dilakukan dengan penuh cinta.

Bacaan Injil hari ini mengajarkan kepada kita bagaimana caranya berbuat kasih kepada orang lain. Hal ini nampak dari tindakan Yesus yang mau menyembuhkan seorang bisu yang kerasukan setan. Kendati demikian, kebaikan hati Yesus mendapat tanggapan yang kurang baik dari orang Farisi. Tanggapan yang kurang baik itu tidak menjadi penghalang bagi Yesus untuk terus berbuat baik. Belas kasihNya juga nampak dari ketergerakan hatiNya ketika melihat banyak orang yang lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Yesus tidak mau umatNya dibiarkan terlantar. Kasih terhadap sesama ditampilkan Yesus lewat perbuatanNya. Kasihnya itu adalah cerminan bagi setiap orang agar dapat hidup berdampingan dengan orang lain. KasihNya itu juga senantiasa mendorong rasa kepedulian kita kepada sesama khususnya bagi mereka yang menderita dan terkucilkan. Belajar dari Yesus dalam Injil hari ini, tantangan atau tanggapan kurang baik dari orang lain bukan menjadi penghalang bagi setiap orang untuk terus berbuat kasih kepada sesama.

Di sekitar kita banyak sekali orang yang membutuhkan uluran tangan kita. Namun terkadang, situasi seperti ini kurang kita sadari. Yang terpenting adalah memberi atau membantu dengan cinta. Apa pun yang kita lakukan bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan kita, itu akan sangat bernilai jika dilakukan dengan cinta yang besar. Kita dapat menjadi rekan sekerja dengan Tuhan untuk membagi cintaNya kepada sesama. Kasih bukan sekedar kata-kata yang diucapkan tetapi perlu diwujudkan dalam tindakan nyata. Adakah kasih dalam hati kita? Apakah kita sudah mampu untuk saling mengasihi?

(Fr. Alexander King Lalaar)

“Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala.” Mat. 9:36

Marilah berdoa

Tuhan mampukanlah kami agar dapat saling mengasihani sesama kami seperti Engkau mengasihani kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini