Hari Biasa (H)
Kej. 23:1-4, 19;24:1-8, 62-67; Mzm. 106:1-2,3-4a,4b-5; Mat. 9:9-13
“Bagaikan buah simalakama”, Itulah ungkapan yang kerap terucap atau terlintas ketika bertemu dengan pilihan-pilihan sulit dalam hidup. Kita tidak tahu mana pilihan yang terbaik, karena apa yang di depan adalah misteri. Namun satu hal yang pasti bahwa apapun pilihan yang kita ambil, akan mengarahkan dan membentuk kita menjadi sesuatu yang ditawarkan oleh pilihan itu sendiri.
Dalam Injil hari ini, Matius diperhadapkan dengan pilihan, yakni menerima tawaran Yesus untuk mengikutiNya atau mempertahankan identitasnya sebagai seorang pemungut cukai. Apa yang dialami oleh Matius, umumnya terjadi pada kita juga ketika berhadapan dengan pilihan. Orang cenderung memilih sesuatu yang secara fisik kelihatan dan lebih menguntungkannya. Identitas Matius sebagai seorang pemungut cukai yang berkelimpahan harta, tentunya lebih menjanjikan dibandingkan dengan jika ia mengikuti Yesus. Matius tentu tidak tahu kehidupannya akan jadi seperti apa setelah mengikuti Yesus yang tidak memiliki kekuasaan politik atau berkelimpahan harta.
Tindakan Matius yang berani ini mengajarkan kita agar bijak dalam memilih. Ia memilih bukan berdasarkan tuntutan duniawi, namun didasarkan pada iman akan Tuhan. Mengurbankan pilihan akan kemewahan materi dan memilih ikut Yesus berarti pula mengutamakan Yesus di atas segala kewajiban dan kepentingan kita. Konsekuensinya ialah segala dimensi hidup kita harus sesuai dengan maksud dan rencana Allah dalam Kristus. Namun sebagai keuntungannya, kita bisa memperoleh keselamatan. Pilihan Tuhan atas diri manusia merupakan belaskasihan, di mana Ia melihat kita sebagai seorang yang sakit dan memerlukan Tabib. Sedangkan bagi kita, pilihan Tuhan merupakan anugerah yang tak ternilai. Karena itu tidak wajar jika kita lebih memilih mati dengan kemewahan dari pada memilih tawaran dari Tuhan untuk sembuh dan Hidup kekal.
Bagaimana dengan kita yang sudah memilih untuk ikut Yesus? Hidup kita perlu dan harus berubah sesuai dengan identitas baru yang diberikan oleh Tuhan kepada kita sebagai muridNya. Mengikuti Yesus berarti menerapkan kebenaran dari FirmanNya dan berdampingan denganNya sepanjang hidup kita. Sudahkah kita benar-benar berdiri mengikuti Yesus dan meninggalkan hidup kita yang berdosa atau apakah kita malah terlalu nyaman hidup berdosa dan jauh dari Dia? Tuhan dan dunia sudah menawarkan sesuatu yang mereka miliki, sekarang saatnya kita memilih dan menghidupinya.
(Fr. Harley Patty)
“Bukan orang sehat yang memerlukan Tabib, tetapi orang sakit” Matius 9:12
Marilah Berdoa:
Tuhan tuntunlah aku sebagai pengikutMu sepanjang hiduku, Amin











