“MEMBALAS YANG JAHAT DENGAN YANG BAIK”: Renungan,Senin 19 Juni 2023

0
1164

Hari Biasa (H).

2 Kor. 6:1-10; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Mat. 5:38-42.

Dalam realitas kehidupan,  adalah hal yang lumrah bila kita melihat atau mendengar suatu perbuatan yang jahat dibalaskan dengan kejahatan pula. Contoh sederhana ketika memukul seorang teman dengan sengaja, tentu secara manusiawi ia akan berupaya untuk membalasnya bahkan lebih dari pada itu. Hal demikian adalah hal yang normal dalam kehidupan karena tentu seorang manusia akan mementingkan kelangsungan hidupnya sehingga bila mana ada ancaman dari luar ia tentu akan berupaya melindungi dirinya.

Dalam bacaan injil yang kita dengarkan hari ini, Yesus hadir dengan ajarannya yang bila kita telaah secara rasional maka kita akan sampai pada kesimpulan yang mengatakan bahwa ajaran tersebut tidaklah masuk akal. Bagaimana mungkin kita sebagai seorang manusia membiarkan orang bertindak jahat kepada kita? Bagaimana mungkin kita harus lebih memikirkan kepentingan dan hak orang lain terlebih dahulu dan mengabaikan hak kita? Apakah kita harus membiarkan diri kita menderita karena harus memikirkan nasib orang lain?

Bila kita melihat ajaran Yesus dengan kacamata iman, maka kita akan paham bahwa Yesus hendak mendorong kita pada praktik dari cinta kasih itu sendiri. Sebagai anak Allah tentu kita tidak diperkenankan untuk membalaskan kejahatan dengan kejahatan namun membalaskan apa yang kita terima dengan kebaikan. Inilah yang menjadikan apa yang menjadi ajaran Yesus berbeda dengan ajaran yang ditekankan oleh para imam dan ahli taurat pada masa itu yang menekankan untuk menerapkan aturan gigi ganti gigi atau secara jelas dapat kita pahami bahwa suatu kejahatan harus dibalas juga dengan kejahatan.

Di zaman kehidupan kita sekarang ini, kita tentu dapat melihat dunia yang begitu penuh dengan praktik kejahatan antar sesama manusia. Demi kepentingan kehidupan seperti harta, tahta dan lain sebagainya.  Orang saling berlomba-lomba sehingga mengabaikan orang lain yang adalah manusia juga. Untuk itu lewat bacaan injil yang kita dengarkan hari ini, kita diajak kembali oleh Kristus Yesus untuk jangan membalaskan suatu kejahatan dengan kejahatan. Melainkan mengupayakan untuk membalas suatu perbuatan jahat dengan kebaikan. Karena dengan begitu ketika semua orang mempraktikannya maka akan tercipta dunia yang dipenuhi dengan orang-orang yang punya kebaikan hati dan dengan sendirinya kejahatan dan perselisihan akan punah.

Fr. Davin Welerubun

”Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat”

Mat.5: 39

Marilah Berdoa :

Ya Allah mampukanlah kami untuk dapat membalas yang jahat dengan yang baik. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini