“ALLAH SUMBER KEBIJAKSANAAN”: Renungan, Sabtu 3 Juni 2023

0
1068

Pw S. Karolus Lwanga dkk, Mrt (M).

Sir. 51-:12-20; Mzm. 19:8,9,10,11; Mrk.11:27-33.

Dalam bacaan pertama diceritakan tentang Sirakh yang sejak masa mudanya mencari kebijaksanaan yang berasal dari Tuhan. Dengan kerendahan hati, ketulusan, bahkan juga dengan penuh kepercayaan mengharapkan kebijaksanaan dalam Tuhan. Kita melihat bahwa ada perbedaan yang sangat mencolok dengan bacaan Injil tadi yang menceritakan tentang imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat dan tua-tua yang mempertanyakan soal kuasa Yesus. Mereka ragu-ragu dan tidak percaya bahwa Yesus itu sungguh-sungguh Tuhan dan sangat bijaksana. Mereka lalu hendak menguji Yesus lalu hasilnya mereka terdiam karena dibungkam oleh kebijaksanaan Yesus.

Di dalam hidup ini terkadang kita juga sering menjadi sama seperti imam-imam kepala, ahli-ahli Taurat, dan tua-tua yang merasa diri kita sudah bijaksana dan mengambil langkah yang paling benar dibandingkan dengan orang lain. Kita merasa hebat dengan segala pengetahuan, kemampuan yang mumpuni dan berbagai hal lain. Hal ini membuat kita menjadi kurang rendah hati. Sirakh mengingatkan kita sebagai orang beriman untuk kembali sadar dan berjalan di jalan yang benar yakni mengikuti Tuhan. Lalu bagaimana caranya Sirakh memperoleh kebijaksanaan adalah dengan berdoa, “Ketika aku masih muda dan sebelum mengadakan perjalananku, maka kebijaksanaan telah kucari dengan sungguh dalam sembahyangku.” Dengan berdoa maka kita akan memperoleh kebijaksanaan dari Tuhan. Selain berdoa kita juga perlu untuk berusaha dalam hidup kita seperti melakukan kebaikan, siap sedia membantu orang yang membutuhkan, dan menebar kebahagiaan kepada siapa saja yang dijumpai dalam hidup.

Hari ini juga Gereja memperingati St. Karolus Lwanga, dkk., yang mempertaruhkan nyawa dan tidak gentar mempertahankan iman akan Kristus. Akhirnya, karena iman kepercayaan pada Tuhan membuat mereka semua dibunuh. Oleh karena itu, kita sebagai orang beriman harus belajar untuk rela mengikuti jejak dari seorang Sirakh yang rendah hati datang berdoa dan sujud di hadapan Tuhan untuk memperoleh kebijaksanaan, serta dari santo Karolus Lwanga dkk., yang walaupun nyawa taruhannya tetap berpegang teguh pada Kristus karena yakin dan percaya akan memperoleh kebahagiaan kekal di surga nantinya.

(Fr. Mario R. B. Ngantung)

Ketika aku masih muda dan sebelum mengadakan perjalananku, maka kebijaksanaan telah kucari dengan sungguh dalam sembahyangku” (Sir. 51:13)

 

Marilah berdoa:

Tuhan, berikanlah kami kebijaksanaan yang berasal dari pada-Mu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini