“IMAN YANG MENYELAMATKAN”: Renungan, Kamis 1 Juni 2023

0
1523

Pw.  Yustinus, Martir (M).

Sir 42:15-25; Mzm. 33:2-3,4-5,6-7,8-9; Mrk. 10:46-52.

Kehidupan manusia tidak bisa terlepas dari masalah. Masalah yang dihadapi itu bisa saja berasal dari mana saja. Walaupun setiap orang mendapat masalah, pasti akan ada jalan keluar dan itulah yang diharapkan. Dari jalan tersebut seseorang akan merasa bahagia dan senang karena bisa lepas dari masalah yang dihadapi. Hal yang sama telah dilakukan oleh Bartimeus sendiri.

Hari ini, kita diajak untuk belajar dari sosok Bartimeus. Bartimeus adalah seorang buta yang tinggal di Yerikho dan ia duduk di pinggir jalan setiap hari untuk memohon belas kasihan dari orang yang lewat. Ketika Yesus hendak lewat, Bartimeus berusaha mendekat untuk meminta penyembuhan dari penyakitnya. Walaupun usaha yang dilakukan oleh Bartimeus mendapat hambatan tetapi ia tetap berusaha mencari dan mendekati Yesus. Dia yakin, bahwa Yesus adalah jalan yang terbaik demi kesembuhan bagi dirinya. Bartimeus berseru, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” dan ketika Yesus mendengar Seruyan itu, Yesus memanggil dia dan bertanya apa yang diinginkannya. Bartimeus menghendaki supaya ia dapat disembuhkan. Itulah permintaan Bartimeus, permintaan yang dilandasi iman yang teguh. Permintaan sedemikian membuat dia mengalami apa yang dimintanya. Yesus membuatnya dapat melihat.

Dalam peristiwa penyembuhan ini, Yesus mengaskan bahwa dengan iman kita dapat diselamatkan. Iman dapat sungguh menyelamatkan terlebih jika disertai dengan tindakan. Hal itulah yang telah dilakukan oleh Bartimeus, dia yakin bahwa Yesus dapat menyembuhkannya dan meskipun banyak hambatan dia tetap berusaha.

Pada hari ini juga Gereja universal memperingati St. Yustinus martir. Yustinus merupakan seorang yang dengan teguh terus mencari kebenaran. Dengan pengetahuan yang dia miliki, Yustinus dapat menjadi pembela iman kristen yang tersohor. Baginya kebenaran merupakan hal yang sangat penting dalam rangka membina iman kita serta untuk menjawab segala keragu-raguan.

Melalui bacaan-bacaan kita dapat belajar untuk senantiasa setia dengan apa yang kita miliki saat ini, yakni iman. Iman akan Yesus Kristus yang sungguh dapat memberikan keselamatan sejati kepada kita. Lewat teladan hidup St. Yustinus, kita juga dapat belajar untuk terus mencari kebenaran dan mewartakan kebenaran itu kepada siapa saja.

(Fr. Louis Sainyakit)

“Rabuni, supaya aku dapat melihat!” (Mrk. 10:51)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, kuatkan iman kami dan mampukan kami untuk mewartakan kebenaran yang berasal dari padaMu. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini