Hari Biasa Pekan V Paskah (P).
Kis. 15: 7-21; Mzm: 96:1-2a,2b-3,10; Yoh. 15: 9-11
Perjalanan hidup manusia dari masa ke masa selalu meninggalkan kesan yang baik juga tidak baik, damai dan tidak damai, sehat dan sakit, suka dan duka, diterima dan ditolak. Kejadian-kejadian seperti itu tidak bisa dilepaskan dan ditentukan oleh diri kita sendiri dan sesama yang adalah ciptaan. Pola hidup yang terjadi telah ditentukan oleh Sang Pencipta alam semesta yang menjadi penjuru dan tujuan hidup manusia. Bagaimanakah seharusnya tindakan kita?
Bacaan pertama menceritakan perselisihan antara Paulus yang mewartakan kepada semua orang tentang pertobatan dengan orang Farisi yang tidak menerima hal itu. Perselisihan tersebut terjadi karena orang Farisi tidak mau bergabung dengan orang-orang dari golongan bukan Yuhudi yang tidak disunat dan taat akan hukum Taurat. Paulus hadir dan memberikan paham akan ia yang dipilih oleh Allah untuk melakukan semuanya itu bukan bagi satu bangsa saja melainkan bagi semua bangsa agar dapat mendengarkan berita Injil dan menjadi percaya. Sebab dengan Injil dan percaya, Allah menghendaki agar semua orang bersatu dan akan memperoleh keselamatan. Tindakan Paulus itu semata-mata karena kasih dan cintanya kepada Tuhan dan jemaat.
Injil Yohanes menggambarkan akan Bapa yang mengasihi Yesus dan Yesus pun menerapkan kasih yang Ia terima bagi semua orang. “Seperti Bapa menagsihi Aku, demikian juga pun Aku telah mengasihi kamu…” lantas terungkap tindakan Yesus yang sama dengan Bapa-Nya. Bapa mengasihi Yesus sebab Yesus taat dan menuruti perintah Bapa dalam berbagai tantangan dan cobaan dalam keseharian-Nya. Yesus pernah ditolak, dituduh dan dihukum hingga mati di Salib. Bisa dikatakan adanya tahap untuk memperoleh kasih itu. Yesus yang berkorban, menuntut juga manusia untuk menuruti dan taat pada perintah-Nya. Apa perintah Yesus bagi manusia? itulah saling mengasihi.
Bacaan-bacaan hari ini mengajarkan kita untuk saling mengasihi. Ini merupakan pedoman yang Tuhan ajarkan dan berikan sendiri kepada kita. Tindakan mengasihi yang diajarkan Yesus dapat dimulai dari diri kita sendiri. Tindakan kasih itu dapat tercapai dengan tindakan diri sendiri yang terbuka dan menggangap orang lain sebagai rekan seperjalanan hidup. Seringkali hidup tidak berjalan sesuai harapan diri sendiri. Sebagai orang beriman, kita pun dituntun untuk menerima Sabda Tuhan dan memahaminya serta rancangan Tuhan dalam hidup. Kita perlu memahami akan Yesus yang hadir, sungguh mengasihi kita semua. Kasih Yesus yang tidak terbatas. Marilah, kita sebagai manusia, hidup dalam kasih dan berusaha terus untuk menghayati kasih Yesus yang berpuncak pada kayu Salib demi umat manusia.
(Fr. Petrus Piterson Kussoy)
“Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, …” (Yoh.15:10)
Marilah berdoa:
Yesus, tuntunlah kami untuk hidup saling mengasihi, agar hidup kami terarah pada-Mu. Amin.











