“CINTA AKAN TUHAN”: Renungan, Selasa 9 Mei 2023

0
1285

Hari biasa Pekan V Paskah (P).

Kis. 14:19-28; Mzm. 145:10-11,12-13b,21; Yoh. 14:27-31a.

Setiap orang memiliki tugas dan tanggun jawab yang harus mereka jalankan setiap hari. Dalam menjalankan tugas tersebut ada saja tantangan dan hambatan yang kita alami. Akan tetapi apakah semua itu menjadi halangan bagi kita untuk tidak menjalankan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawab kita?

Dalam Kisah Para Rasul dikisahkan disana perjalanan rasul Paulus dan Barnabas yang berjalan berkeliling mewartakan injil. Dalam pewartaanya ada tantangan dan hambatan yang dialami seperti pengalaman penolakan, dimana dilempari dengan batu dan diseret keluar kota. Ada masalah juga yang muncul bahwa tidak ada orang yang dapat menuntun dan membimbing jemaat-jemaat ini, ketika mereka tidak sedang bersama-sama mereka karena harus mewartakan injil ke daerah yang lain. Akan tetapi hal itu tidak menghalangi mereka untuk berhenti mewartakan kerajaan Allah. Cinta kepada Kristus, membuat mereka berusaha mencari cara untuk menyelesaikan masalah dan persoalan tersebut.

Yesus dalam bacaan injil memberkan peneguhan kepada para rasul sebelum Ia pergi dan kembali kepada Bapa. Yesus tahu dan merasakan bahwa pada waktu Ia tidak ada bersama mereka pasti mereka akan kehilangan sosok gembala yang selalu menuntun dan membimbing mereka. Untuk itu Ia memberikan damai sejahtera kepada mereka untuk tinggal bersama mereka dan Ia berpesan bahwa apa yang diberikanNya tidak seperti yang dunia berikan kepada mereka. Mereka juga diharapkan untuk agar jangan gelisah dan gentar hati. Yesus berkata bahwa ia pergi tetapi akan kembali.

Dalam menjalani tugas dan tanggung jawab tetu kita mengalami pengalaman-pengalaman yang tidak menyenangkan seperti yang dialami oleh para rasul. Namun kita harus keluar dari kenyamanan kita dan berusaha menjalankan semua tugas itu dengan penuh rasa tanggung jawab meskipun berbagai hambatan dan tantangan datang menghampiri. Hal yang sama dialami oleh Para rasul. Meskipun berbagai hambatan dan tantangan datang menghampiri, namun karena damai sejahtera yang diterima dari Tuhan Yesus mereka tetap berusaha untuk tetap mewartakan Injil. Yesus pun begitu, karena cinta akan Bapa-Nya, Ia pun lantas dapat menyelesaikan tugas-Nya dengan sempurna.

Sebagai umat Allah, kiranya sikap cinta akan Allah senantiasa kita hidupi. Entah itu dalam hidup harian kita, dalam relasi kita dengan orang lain, atau pun dalam setiap pekerjaan kita, terlebih dalam menjalankan setiap tanggung jawab kita di dunia ini sehingga kemuliaan Allah semakin nyata di dunia ini.

(Fr. Yohanes B. Lury)

“Tetapi supaya dunia tahu bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-ku (Yoh. 14:31).

Marilah berdoa:

Tuhan, mampukanlah kami untuk senantiasa mengenal-Mu, mengasihi dan mencintai-Mu dalam setiap tanggung jawab kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini