“SANG PENGHIBUR”: Renungan, Senin 8 Mei 2023

0
1210

Hari biasa Pekan V Paskah (P).

Kis. 14:5-18; Mzm. 115:1-2,3-4,15-16; Yoh. 14:21-26.

Sebagai umat beriman tentu kita menyadari akan peran Allah dalam perjalanan hidup kita. Tuhan hadir dan menuntun serta menyertai kita dalam banyak cara. Tapi sering kali kita tidak dapat menangkap atau melihat penyertaan Tuhan dalam kehidupan kita. Bahkan, kita tidak membiarkan diri kita dituntun oleh Roh Kudus sendiri. Bacaan hari ini mengajak kita untuk melihat dan mengimani cinta Tuhan yang begitu besar, sehingga Tuhan mengutus sang penghibur bagi kita.

Bacaan pertama hari ini menegaskan sikap yang patut untuk kita teladani dari Paulus dan Barnabas. Karena kuasa Allah yang dinyatakan melalui mereka, orang-orang disekitar menganggap mereka sebagai dewa. Namun karena tuntunan dari Roh Kudus, mereka mampu untuk setia kepada Allah dan memuliakan Dia.

Bacaan Injil hari ini berbicara mengenai penghibur yang akan mengajarkan segala sesuatu kepada kita. Yesus menjanjikan penghibur bagi para rasul. Kata penghibur hendak menerangkan Roh Kudus yang akan datang kepada Rasul-rasul Yesus. Datangnya Roh Kudus ini akan terpenuhi setelah peristiwa kenaikan Yesus ke surga. Setelah momentum tersebut, para rasul sangat ketakutan karena peristiwa penyaliban Yesus. Yesus yang mereka percaya sebagai Raja dan Mesias itu telah mati. Namun Yesus dengan kuasa ke-Allahhan-Nya telah bangkit dan hadir di tengah-tengah mereka dan pada saatnya Ia akan terangkat ke Surga. Untuk itulah Yesus menjanjikan untuk mengutus bagi mereka Penghibur yaitu Roh Kudus. Pertanyaan Yudas yang bukan Iskariot kepada Yesus hendak menunjukan bahwa Yudas belum sepenuhnya membuka hatinya terhadap Roh Kudus. Apakah Roh Kudus atau Penghibur itu hanya datang kepada para Rasul? Tidak hanya kepada para Rasul, tetapi kepada semua orang yang mau mengimani dan yang mau mengasihi Yesus dengan sepenuh hati.

Dalam pengalaman hidup kita tentu mengalami keberhasilan. Namun terkadang kita tidak menyadarinya sebagai sebuah penyelenggaraan Allah dalam hidup kita. Kita menganggap diri sebagai dewa dalam keberhasilan itu. Mazmur tanggapan hari ini sangat bagus untuk kita renungkan. “Bukan kepada kami, ya Tuhan tetapi nama-Mulah beri kemuliaan”. Baiklah dalam keberhasilan yang kita alami, kita lihat sebagai penyelenggaraan Allah dan tuntutan dari penghibur atau Roh Kudus. Sebab Roh Kudus mengingatkan kita terhadap karya Allah dan kasih Allah bagi kita yang tiada batasnya. Roh Kudus menyertai dan membimbing kita sampai selama-lamanya, sehingga kasih Allah tetap nyata selama-lamanya.

(Fr. Angky Rahayaan)

“Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku” (Yoh. 14:21)

Marilah berdoa:

Ya Allah bukalah hati kami untuk menima Roh Kudus-Mu, supaya kami selalu setia dalam mengasihi Engkau. Amin.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini