“BERBUAT BAIKLAH!”: Renungan, Sabtu 6 Mei 2023

0
1058
Pope Francis blesses a child in St. Peter's Square after celebrating Palm Sunday Mass at the Vatican March 24. (CNS photo/Paul Haring) (March 25, 2013) See POPE-PALM March 25, 2013.

Hari biasa Pekan IV Paskah (P).

Kis. 13:44-52; Mzm. 98:1,2-3b,3d-4; Yoh. 14:7-14.

Berbicara mengenai “siapakah Allah itu?” merupakan suatu pertanyaan yang tidak asing lagi untuk didengar. Ada banyak orang yang kita temui atau lihat baik secara langsung maupun secara tidak langsung (lewat berbagai media) yang selalu mengeluarkan pertanyaan demikian: siapakah Allah? Atau apakah pribadi Allah dapat diperlihatkan atau diperlihatkan secara nyata? Ini merupakan pertanyaan-pertanyaan yang tak lazim didengar di lingkungan masyarakat. Bahkan, sejak zaman Yesus sendiri pertanyaan ini selalu muncul di berbagai kalangan orang-orang zaman itu.

Dalam bacaan injil dikisahkan tentang bagaimana Filipus ingin agar Yesus menunjukkan “Bapa” kepada mereka. Kita tahu bahwa, Filipus merupakan seorang murid Yesus yang tentunya setiap hari melayani bersama Yesus. Filipus mendengar ajaran Yesus yang setiap hari diajarkan kepada orang-orang. Namun toh, ia masih saja belum mengerti dan ingin agar Yesus menunjukkan sosok Allah atau Bapa yang diajarkan itu kepadanya. Apa yang dilakukan Yesus? Ia kemudian bertanya: “sudah lama Aku bersama-sama dengan kamu tetapi kamu belum mengenal Aku?” Perkataan Yesus ini ingin menegaskan kepada Filipus dan kita bahwa Ia adalah Allah. Sebab apa yang dikerjakan oleh Yesus itulah yang dikerjakan oleh Allah. Artinya bahwa Yesus datang ke dunia ini bukan karena kehendakNya, melainkan karena Kehendak Allah, BapaNya. Oleh sebab itu tindakan, perkataan, atau ajaran yang diwartakan oleh Yesus itu semua berasal dari Allah.

Yesus merupakan Allah yang kemudian menjadi manusia. Ia hidup bersama-sama dengan kita, berjajalan bersama-sama dengan kita, makan dan minum bersama-sama dengan kita namun terkadang kita tidak peka untuk mengenal keberadaanNya itu. Gambaran Yesus merupakan sosok Allah yang nyata dalam kehidupan umat manusia. Jadi, sebenarnya kita telah berjumpa dengan Yesus. Orang-orang yang ada disekitar kita merupakan gambaran Yesus. Sebab, Yesus sendiri bersabda, “barang siapa yang menghina atau mencaci maki sesama manusia, berarti ia melakukannya untuk Aku.”

Dengan demikian, hari ini, Yesus mau mengajak kita untuk seantiasa berbuat baik kepada siapa saja yang kita jumpai dalam hidup kita. Baik orang yang menyakiti kita, orang yang membenci kita, bahkan orang-orang yang tidak kita kenal: berbuat baiklah kepada mereka! Maka dari itu kita tak hanya melakukannya bagi Yesus tetapi juga bagi Allah. Sebab, Yesus sendiri bersabda bahwa: sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari sadaraKu yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku.

(Fr. Victor Helyanan)

“…., sesungguhnya barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan, bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar dari pada itu” (Yoh. 14:12)

Marilah berdoa:

Ya Allah, ajarilah kami agar untuk mampu mengenal Engkau dengan cara memberikan kasih kepada setiap orang yang kami jumpai. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini