“PERCAYA DAN BERBUAH”: Renungan, Kamis 4 Mei 2023

0
1351

Hari Biasa Pekan IV Paskah (P)

Kis 13: 16-20; Mzm 89:2-3, 21-22, 25, 27; Yoh 13:16-20.

Apakah kita sudah sungguh-sungguh beriman pada Yesus Tuhan kita? Setiap orang yang percaya dalam nama Yesus, itu berarti dia orang beriman. Setiap orang yang dibaptis adalah orang beriman. Setiap orang yang mau mendengarkan pengajaranNya itu adalah orang beriman. Setiap orang yang percaya pada Bapa dan kepada yang diutusNya, itu adalah orang beriman. Namun, seperti apakah gambaran orang beriman yang sesungguhnya? Gambaran orang beriman yang sesungguhnya ialah orang yang melakukan kehendakNya. Namun terlebih dari itu Yesus sendiri menegaskan supaya orang percaya terlebih dahulu kepadaNya. Sebab orang beriman adalah orang yang telah percaya pada Allah dan pada Yesus PuteraNya. Ketika orang percaya padaNya, maka dengan segera Roh Kudus akan menggerakkan supaya menjadi orang yang benar-benar beriman yaitu melakukan kehendakNya.

Rasul Paulus memberikan kesaksiannya tentang Yesus Kristus kepada orang Israel melalui sejarah penyelamatan Allah. Allah berkarya atas para nabi dan kini dalam Kristus Yesus. Allah menyelamatkan bangsa Israel dari tangan orang Mesir dan membawa mereka ke tanah terjanji. Dalam perjalanan selama di padang gurun, orang Israel selalu berlaku jahat tetapi Allah tetap setia karena Ia ingat akan janji-janjiNya kepada bangsa itu. Karya keselamatan Allah pun terus berlangsung walaupun memang orang Israel sudah sampai ke tanah terjanji. Janji keselamatan bukan terletak pada tanah atau negeri itu sendiri tetapi pribadi yang menjadi pemimpin dan penyelamat bangsa itu. Oleh karena itu menurut Paulus, Yohanes pembaptis memberikan arahan yang jelas mengenai sosok penyelamat itu. Dengan itu menjadi jelas bahwa Yesus adalah Penyelamat yang dinantikan banyak orang.

Dalam bacaan Injil, pewartaan Yohanes menjadi suatu hal yang nyata bahwa Allah turut bekerja atas diri Yesus sehingga menjadi suatu tanda bagi banyak orang bahwa Ia benar-benar utusan Allah. Ketika kita mendengarkan pewartaanNya, maka menjadi suatu tantangan bagi kita apakah kita percaya dan melakukan kehendakNya atau tidak? Paulus dan Yohanes mewartakan kebenaran Kristus Yesus supaya orang-orang sungguh-sungguh beriman. Dengan demikian, kita diajak untuk beriman bukan hanya sekedar berkata-kata saja melainkan memanifestasikan iman kita lewat tindakan. Berkarya dalam iman adalah buah dari Roh Kudus dengan suatu ketentuan bahwa bukan terjadi secara kebetulan tetapi karena kerjasama kita dengan Allah atas kepercayaan yang dimiliki.

(Fr. Vinsensius Raga)

“Sesungguhnya barangsiapa menerima orang yang Kuutus, ia menerima Aku, dan barangsiapa menerima Aku, ia menerima Dia yang mengutus Aku” (Yoh. 13:16-20)

Marilahg berdoa:

Ya Kristus, bimbinglah kami agar memiliki iman yang kuat akan Dikau. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini