“KESELAMATAN ILAHI”: Renungan, Rabu 3 Mei 2023

0
1375

Pesta S. Filipus dan Yakobus, Ras (M).

1Kor 15:1-8; Mzm 19:2-3.4-5; Yoh 14:6-14.

Dalam hidup, setiap manusia menginginkan keselamatan. Keselamatan menyangkut dua unsur yaitu keselamatan secara material dan ilahi. Contoh dari keselamatan material adalah selamat dari kecelakaan mobil atau pembunuhan. Hal ini menunjukkan bahwa manusia masih dapat mengalami keselamatan material lainnya. Keselamatan itu pun masih dapat dilihat dan dirasakan. Berbeda dengan keselamatan yang bersifat ilahi. Dalam hal ini, keselamatan manusia tidak dapat dilihat secara kasat mata. Keselamatan ilahi hanya dapat dialami manusia satu kali. Kerinduan dan keinginan terdalam manusia adalah keselamatan ilahi. Kerinduan dan keinginan ini termanisfestasi (terwujud) dalam upaya, tindakan manusia sehari-hari. Salah satu contohnya adalah aktivitas manusia yaitu mengikuti Perayaan Ekaristi. Dalam konteks ini, manusia memersiapkan diri untuk memeroleh keselamatan ilahi.

Dalam bacaan pertama, rasul Paulus memberikan informasi tentang keselamatan ilahi itu kepada jemaat di Korintus. Sumber dari keselamatan ilahi adalah Yesus Kristus. Yesus membawa dan menunjukkan bahwa keselamatan itu ada. Yesus mengalami kematian untuk menebus segalah dosa manusia. Dan dari kematianNya, manusia memiliki kesempatan untuk merasakan keselamatan ilahi tersebut. Yesus tidak membiarkan manusia untuk berjalan dan berupaya dalam kebingungan untuk mencapai keselamatan ilahi. Untuk mencapainya, Yesus menunjukkan caranya. Caranya adalah melalui Dirinya sendiri. Dialah jalan, kebenaran dan hidup (Yoh. 14:6). Hari ini, Gereja merayakan pesta St. Filipus dan Yakobus rasul. Kedua rasul ini menjadi penerus Kristus untuk mewartakan Injil sesudah Yesus naik ke surga. Dalam Injil pun, Filipus meminta petunjuk kepada Yesus dengan berkata, “Tuhan, tunjukanlah Bapa itu kepada kami …”(Yoh. 14:8). Permintaan ini bukan menunjukkan sikap tidak percaya melainkan muncul dari suatu keyakinan bahwa Yesus tahu tentang segala sesuatu termasuk keselamatan ilahi.

Yesus telah memberikan kita kesempatan untuk mengalami keselamatan. Dengan kata lain, diri kita (tubuh dan jiwa) diselamatkan oleh Yesus. Saat ini, kita telah mendapatkan pemahaman bahwa dalam Kristus kita akan memperoleh kerahiman Allah yaitu keselamatan ilahi. Kita dapat merasakan hal itu dengan melakukan berbagai kebaikan dalam kehidupan, misalnya membantu orang yang menderita, mengikuti Perayaan Ekatisti dan berbagai kebaikan lainnya. Oleh karena itu, apakah kita terus berupaya untuk memperoleh keselamatan ilahi yang diberikan Yesus Kristus?

(Fr. Jefry Lumentut)

“Akulah jalan, kebenaran dan hidup” (Yoh. 14:6)

Marilah berdoa:

Ya Yesus Kristus, berkatilah kami agar mampu mengarahkan diri untuk mencapai keselamatan-Mu. Amin.

 

 

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini