“ENGKAU KUDUS DARI ALLAH” Renungan Sabtu, 29 April 2023

0
1156

Pw S. Katarina dr Siena, PrwPujG (P)

Kis. 9:31-42; Mzm. 116:12-13,14-15,16-17; Yoh. 6:60-69

Setiap hari Minggu dan hari raya orang Katolik selalu berkumpul untuk berdoa di Gereja. Di Gereja kita menjumpai lagu-lagu yang dinyanyikan itu-itu saja, imam yang berkhotbah membosankan dan buat mengantuk, juga liturginya monoton dan kaku, tetapi mengapa orang terus datang ke Gereja? Jawabannya adalah Tuhan sendiri yang hadir dalam perjamuan Ekaristi memanggil setiap orang untuk datang kepadaNya.

Dalam bacaan Injil kita melihat ada perpecahan besar di antara para murid. Ada murid yang mengundurkan diri karena tidak bisa menerima ajaran Yesus tentang roti hidup. Dalam ajaranNya tentang roti hidup, Yesus menggunakan kata “memakan dan meminum “ diri-Nya. Yesus menjadikan diriNya sebagai santapan supaya Ia dapat tinggal di dalam hati setiap orang yang datang kepadaNya. Para murid tidak bisa mencerna dengan logika arti sabda Yesus ini. Kebanyakan dari mereka memilih untuk mengundurkan diri. Yesus juga bertanya kepada dua belas murid: “Mengapa kamu tidak pergi juga?” Jawab Simon Petrus: “Tuhan kepada siapa kami akan pergi? PerkataanMu adalah perkataan hidup yang kekal”.

Iman yang ditunjukkan Petrus berbuah. Dalam bacaan pertama kita melihat bagaimana dalam nama Yesus, Petrus menyembuhkan orang-orang yang sakit. Di Lidya Petrus menyembuhkan Eneas yang sudah 8 tahun menderita lumpuh. Tak hanya itu, Petrus juga membangkitkan orang mati di Yope. Ia adalah seorang murid perempuan bernama Tabita yang semasa hidupnya banyak melakukan perbuatan-perbuatan baik.

Iman kepada Yesus merupakan kenikmatan terbesar bagi setiap pengikutNya. Yesus tidak tinggal jauh dari kita tetapi Ia sungguh-sungguh hadir dalam diri kita. Yesus hadir secara nyata melalui perayaan Ekaristi yang senantiasa kita terima. Perayaan Ekaristi bukan sebuah perayaan kosong belaka tetapi menjadi tanda nyata kehadiran Yesus di dalam GerejaNya. Karena itu marilah kita terus hadir dalam Ekaristi, sebab dari situ kita bersatu dengan Yesus yang kudus dari Allah.

Dengan demikian, seperti Santa Katarina dari Siena dengan iman kita berkata “Engkau bagaikan misteri sedalam lautan; semakin aku mencari, aku menemukan dan aku menemukan, semakin aku mencari Engkau. Tetapi aku tidak akan pernah merasa puas; apa yang aku terima menjadikanku semakin merindukanNya. Apabila Engkau mengisi jiwaku, rasa laparku semakin bertambah, menjadikanku semakin kelaparan akan terang-Mu”.

(Fr. Salvatoris Duarmas)

“Tuhan kepada siapa kami akan pergi? PerkataanMu adalah sabda hidup yang kekal”       (Yoh. 6:68)

Marilah berdoa:

Tuhan kuatkanlah iman kami kepadaMu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini