“SUDAHKAH ANDA BERSAKSI?”: Renungan, Kamis 13 April 2023

0
1247

Hari Kamis dalam Oktaf Paskah (P)

Kis 3:11-26; Mzm 8:2a.5.6-7.8-9; Luk 24:35-48.

Di tengah zaman yang penuh tantangan ini, pastinya kita membutuhkan sosok atau figur yang selalu ada untuk kita. Sosok yang dapat memberikan semangat, motivasi, dukungan serta cinta yang begitu mendalam. Hal seperti inilah yang dibutuhkan seseorang dalam manapaki perjalanan hidupnya. Namun, apa yang akan terjadi, jika sosok yang selalu memberikan kekuatan serta cinta itu meninggalkan kita? tentu yang dirasakan ialah kehilangan, kesedihan, putus asa, bimbang, takut, dan cemas. Perasaan-perasaan itu muncul karena hidup kita telah bergantung pada sosok tersebut.

Saudara terkasih, bacaan Injil hari ini secara garis besar mengisahkan tentang para murid yang merasa cemas, takut dan bimbang karena ditinggalkan oleh sosok yang sangat penting dan berarti bagi hidup mereka. Sosok tersebut tidak lain ialah Yesus Kristus. Ketakutan dan kecemasan para murid itu nampak dalam dua murid yang sedang dalam perjalanan kembali ke Emaus. Namun di tengah jalan Yesus menampakkan diri bagi mereka.

Melihat para murid yang ketakutan, putus asa, bimbang dan ragu, Yesus yang dengan cintaNya datang menjumpai mereka dengan cara menampakkan diri. Kehadiran Yesus tentunya mengejutkan para murid. Bahkan para murid tidak percaya bahwa itu Yesus dan sempat berpikir bahwa itu hantu. Jika kita cermati dengan saksama, maka sangat jelas bahwa Yesus tidak akan pernah meninggalkan para muridNya begitu saja, karena kasihNya yang amat besar. Dengan pelbagai cara Yesus mau meyakinkan dan membuat para murid percaya tentang kebangkitanNya. Yesus menampakkan diri, berdialog bahkan makan bersama dengan para murid. Selain itu Yesus berusaha menguatkan hati para murid yang saat itu sedang tidak baik-baik saja. Dengan cara demikian para murid menjadi percaya dan kemudian berani bersaksi tentang Yesus karena mereka sendirilah yang mengalaminya dan menjadi saksi atas semua peristiwa itu.

Selain para murid, kita yang adalah pengikut Kristus juga menerima tugas yang sama yakni bersaksi tentang kebangkitan Tuhan dalam hidup panggilan kita masing-masing. Kita yang adalah pengikut Kristus kiranya dengan semangat yang berkobar-kobar berani bersaksi tentang kebangkitan Tuhan di manapun kita berada dan kesaksian itu hendaknya diwartakan sampai ke ujung bumi. Karena itu sebuah pertanyaan menarik yang harus kita refleksikan yakni, beranikah kita bersaksi tentang kebangkitan Yesus?

(Fr. Basilius Koisine)

“Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku” (Yoh. 15:27)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, jadikanlah kami pribadi-pribadi yang berani bersaksi tentang kebangkitanMu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini