Malam Vigili Paskah (P)
Kej. 1:1 – 2:2 (panjang) atau Kej 1:1,26-31a (pendek); Mzm. 104:1-2a, 56,10,12,13-14,24,35c atau Mzm. 33:4-5,6-7,12-13,20,22; Kej. 22:1-18 (panjang) atau Kej. 22:1-2,9a,10-13,15-18 (pendek); Mzm 16:5,8,9-10,11; Kel. 14:15-15:1; MT Kel. 15:1-2,3-4,5-6,17-18; Yes. 54:5-14; Mzm. 30:2,4,5,6,11,12a,13b; Yes 55:1-11; MT Yes. 12:2-3,4bcd, 5-6; Bar.3:9-15,32-4:4; Mzm. 19:8,9,10,11; Yeh 36:16-17a,18-28; Mzm. 42:3,5bcd; 43:3,4 atau kalau ada pembaptisan MT Yes. 12:2-3, 4bcd,5-6 atau juga Mzm. 51:12,13,14-15, 18-19; Rm. 6:3-11; Mzm 118:1-2,16ab,17,22-23; Mat. 28:1-10.
Kisah Perjanjian Lama yang dibaca malam ini, menampilkan pokok-pokok Sejarah Keselamatan yang dikerjakan Allah. Karya Allah yang tampak dalam Penciptaan yang ditolak manusia yang tidak taat, diteruskan oleh Allah dalam karya Pembebasan. Hubungan manusia dengan Allah dalam kehidupan ini memuncak dalam pribadi Yesus Kristus, yang secara nyata mewujudkan prakarsa Allah yang penuh kasih itu. Inilah yang diperingatkan kepada umat Kristen pada Malam Paskah ini.
Matius juga dalam Injil malam ini mewartakan tentang Yesus yang sudah bangkit. Dengan membangkitkan Yesus, Allah membenarkan seluruh sabda dan perbuatanNya mulai dari Galilea sampai di Yerusalem. Kebangkitan Kristus menyatakan bahwa SabdaNya dapat dipercaya dan sekarang menjadi kenyataan. Kebangkitan menjadi kekuatan baru yang membawa kegembiraan, harapan dan keberanian bagi orang-orang kecil dan terpinggirkan. Matius mengingatkan bahwa Yesus yang bangkit akan menemui saudara-saudaranya. Ia bukan Allah yang harus dicari di Bait Allah tetapi Allah yang mencari manusia dan menemui mereka di tengah pergumulan hidup mereka. Ia berjanji akan menyertai mereka dalam perjuangan hidup setiap hari.
Lewat peristiwa iman ini setiap orang dipanggil untuk percaya akan berita kebangkitan, agar dalam iman akan Kristus yang bangkit setiap orang memperoleh hidup baru berkat kekuatan Roh. Yesus menyebut para murid sebagai saudara-saudaraNya, meskipun mereka telah lari meninggalkan Dia karena takut akan sengsara dan kematian di salib. Namun Yesus memanggil mereka kembali dengan mengampuni ketidaksetiaan mereka. Mereka harus membuka lembaran baru hidup mereka dengan kembali ke Galilea.
Sekarang ini tidak semua orang dapat pergi ke Galilea. Namun setiap orang dapat mengikuti perjalanan Yesus dari Galilea ke Yerusalem dengan membaca dan merenungkan kisah hidup, karya dan sengsara serta wafat dan kebangkitanNya. Dengan itu setiap orang akan sadar bahwa Yesus dekat dan hadir dalam pergumulan hidupnya. KehadiranNya nyata ketika manusia menjumpai sesama yang menderita dan mengulurkan tangan kasih bagi yang tanpa harapan. Maka kuasa Yesus yang bangkit menjadi nyata. Kita harus berani mengambil bagian dalam kuasa penderitaan, kematian dan kebangkitan Kristus dalam sikap dan tindakan nyata terhadap mereka yang ada di sekitar kita. Dengan cara demikian kita menjadi saksi dan pewarta kuasa iman akan kebangkitan yang mengalahkan dunia dan kuasa maut.
(RD. Julius Salettia)
“Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakanNya.”
(Mat. 28:6)
Marilah Berdoa:
Ya Tuhan, perbaharuilah hidup kami melalui peristiwa iman ini, yakni kebangkitanMu, Amin











