“KABAR SUKACITA”: Renungan, Sabtu, 15 April  2023

0
1276

Oktaf Paskah (P)

Kis 4:13-21; Mzm 118:1. 14-15a. 16a-18. 19-21; Mrk 16:9-15.

Pada hari ini, Gereja mengarahkan pandangan umat akan peristiwa penampakan Kristus setelah Ia bangkit dari antara orang-orang mati. Peristiwa penampakan Tuhan yang terangkum pada bacaan injil hari ini menjadi bagian dari jawaban akan sikap yang harus dilakukan oleh umat kristiani jika menerima pewartaan tentang Tuhan; apakah yang harus saya lakukan?

Penginjil Markus memberikan gambaran tentang peristiwa penampakan Kristus setelah kebangkitan-Nya kepada para murid secara ringkas dalam satu kisah. Dalam kisah itu terdapat tiga bagian tahapan penampakan yang menjadi gambaran proses kepercayaan kita, yakni pertama, penampakan-Nya kepada Maria Magdalena. Maria Magdalena menjadi gambaran kita yang berdosa ini dipilih Tuhan untuk membawa warta itu. Kedua, kepada dua orang murid yang berada dalam perjalanan ke luar kota. Dua orang murid itu menjadi gambaran kita yang telah dipanggil tapi sesekali berjalan jauh mengikuti kemauan kita lalu kembali karena telah mengalami pengalaman perjumpaan dengan Tuhan. Ketiga, Yesus mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati para murid yang tidak percaya akan warta itu dengan menampakkan diri kepada kesebelas murid itu. Kesebelas murid itu menggambarkan sikap kita yang dulunya berdosa, tidak percaya, dan memiliki hati yang degil kini mengalami Tuhan dan menjadi percaya.

Pewartaan akan Kebangkitan Tuhan mengajak kita pertama-tama untuk percaya dan beriman. Beriman dengan tanggapan hati yang ikhlas dan menanggapi pewartaan itu dengan perkataan, perbuatan dan hidup. Pewartaan melalui para murid, Maria Magdalena dan Yesus sendiri juga menjadi warta yang sama bagi kita. Warta itu yang diberikan Yesus kepada para murid juga diberikan kepada kita dengan sabda-Nya sendiri, ‘pergilah ke seluruh dunia, beritakan Injil kepada segala makhluk’. Warta itu yang telah dilakukan oleh para Rasul yakni Rasul Petrus dan Yohanes yang tak gentar mewartakan Kabar Sukacita itu bahkan di tengah tuntutan ‘power dunia’. Begitulah semestinya yang kita lakukan sebagai seorang yang telah dibaptis dan diserahi tugas pewartaan itu yakni turut ambil bagian dalam tugas imamat Kristus; menjadi kudus dalam hidup, benar dalam berkata dan memimpin setiap orang pada Kristus yang telah bangkit mengalahkan kejahatan dan dosa. Dengan demikian, pantaslah kita bersyukur kepada-Nya sebab kasih-Nya membawa selamat kepada kita.

(Fr. Feighty Sandehang)

“Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.” (Mrk. 16: 15)

Marilah berdoa:

Tuhan, berkatilah kami agar mampu menjadi pewarta kabar sukacita-Mu kepada setiap orang. Amin.

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini