“MEMANDANG DAN MENGENAL WAJAH ALLAH”: Renungan, Selasa 28 Maret 2023

0
1211

Hari biasa Pekan V Prapaskah (U).

BcE Bil. 21:4-9; Mzm. 102:2-3,16-18,19-20; Yoh. 8:21-30.

Percaya akan Allah merupakan tuntutan hidup umat Kristiani. Hidup atas dasar iman akan Allah mengandaikan ada pengakuan terhadap Allah yang hidup. Ia hidup di dunia dekat dengan manusia, menanggung sengsara dan bangkit untuk selamatkan manusia.

Bacaan hari ini mengisahkan tentang Yesus yang mengajar banyak orang. Ia berkata: “Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang”. Bagi orang Yahudi, kata-kata ini tidak mengandung makna sama sekali. Sehingga mereka menganggap bahwa Yesus mau bunuh diri. Kaum Yahudi sangat taat akan hukum Taurat hingga mereka tidak sadar akan kehadiran Allah yang hidup ditengah-tengah mereka.

Allah yang hidup ditengah-tengah mereka akan menanggung sengsara dan bahkan mati demi menyelamatkan mereka. Namun tanggapan orang Yahudi itu “Siapakah Engkau?”. Bagi Yesus tidak ada gunanya lagi berbicara dan mengajar kepada mereka. Karena sudah sejak awal mata, hati, dan pikiran mereka telah ditutup oleh dosa.

Yesus yang hadir di tengah-tengah manusia menggambarkan Allah yang hidup. Ia hidup dan hadir di tengah-tengah manusia, agar manusia melihat dan mengenal Allah. Tetapi terkadang manusia sibuk dengan dirinya sendiri, sibuk dengan persoalan-persoalan di dunia hingga mengabaikan kehadiran Allah. Allah itu hidup, Ia hadir dan menyertai manusia setiap saat. Ia membuka diri untuk keselamatan manusia, tetapi manusia menutup diri terhadap kedatangan-Nya.

Maka prapaskah ini menjadi kesempatan yang istimewa untuk kita umat Kristiani. Sadar akan setiap tindakan dan perbuatan kita. Mungkin saja perbuatan yang kita anggap benar, malah menutup jalan kita kepada keselamatan. Kita di ajak untuk sadar bahwa rencana keselamatan Allah telah dinyatakan dalam hidup kita. Baikalah kita membuka diri terhadap rencana keselamatan Allah itu. Sambil membuka mata, hati, dan pikiran kita kepada Yesus yang ada tengah-tengah kita.

Melihat Yesus dengan penuh kesadaran dan keyakinan merupakan salah satu cara melihat dan mengenal Allah. Memandang wajah Allah dan menganal kehendak-Nya, akan membawa kita untuk selamat. Oleh sebab itu, masa prapaskah ini menjadi saat pertobatan kita. Kita diajak untuk bertobat dari setiap tindakan kita yang melukai hati Allah. Sehingga pada saatnya, kita dapat merayakan kebangkitan Tuhan dengan hati yang bersih dan penuh suka cita.

(Fr. Domy Sampunu)

“Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya”(Yoh 8: 29).

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, semoga aku sadar akan dosa ku dan perkenankanlah aku untuk bertobat demi kemuliaan nama-Mu. Amin.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini