Hari Biasa Pekan V Prapaskah (U)
Dan. 13:1-9, 15-17, 19-30, 33-62 (panjang) atau Dan. 13:41c-62 (singkat); Mzm. 23:1-3a, 3b-4, 5,6; Yoh. 8:1-11.
Kendati perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi saat ini telah banyak memberikan dampak yang berarti bagi perkembangan kehidupan manusia, Namun perkembangan ini turut menghantar manusia pada kehidupan yang tanpa makna. Manusia jatuh dalam sikap-sikap yang tidak mencerminkan pribadinya sebagai ‘citra Allah’, dengan berani melakukan hal-hal yang mendatangkan dosa, guna mencapai apa yang diinginkan. Hal ini pun turut mengarahkan manusia pada kehidupan yang tidak dapat membawa keselamatan.
Namun, kendati senantiasa diperhadapkan dengan berbagai tantangan, manusia selalu memiliki jalan untuk mencapai keselamatan. Yesus dalam Injil hari ini menunjukkan jalan tersebut. Hal ini nampak melalui perkataan-Nya kepada perempuan yang ketahuan berzinah, bahwa “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai sekarang.” Melalui perkataan-Nya, Yesus ingin menunjukkan bahwa Ia senantiasa menawarkan pertobatan kepada manusia, sebagai jalan baginya dalam mencapai keselamatan.
Tindakan Yesus ini pun menunjukkan bahwa kendati Ia tidak mencintai dosa, namun Ia sungguh-sungguh mengasihi kita. Maka, Yesus menghendaki agar manusia senantiasa melakukan tindakan kasih yang sama dalam kehidupannya. Melalui perbuatan kasih, manusia secara perlahan dijauhkan dari perbuatan-perbuatan yang mendatangkan dosa. Sebab, dosa umumnya disebabkan oleh manusia yang hidup tanpa kasih, sebagaimana yang dialami oleh dua orang tua-tua dalam bacaan pertama. Kisah kedua orang tersebut hendak menunjukkan dampak dari kehidupan yang tanpa kasih, yang tidak lain mengarahkan manusia kepada kehidupan yang tidak menyelamatkan.
Maka, dalam perjalanan kehidupan kita, kiranya kita senatiasa hidup berlandaskan kasih, sebagaimana yang diajarkan Yesus, yakni dengan mengasihi-Nya dan mengasihi sesama. Dengan begitu, kita akan terarah pada kehidupan yang lebih kokoh dan dapat bertahan lama, serta senantiasa memampukan kita dalam menghadapi berbagai hal dalam perjalanan kita menuju keselamatan. Perbuatan kasih ini pun mengarahkan kita untuk menjadi manusia yang benar, dengan senantiasa setia pada kehendak Allah. Maka, keterarahan pada kehidupan yang penuh cinta dan kebenaran menjadikan kehidupan kita menjadi semakin berbuah, sekaligus terarah kepada keselamatan. Sebab, hidup tanpa cinta dan kebenaran, bagaikan pohon tanpa bunga dan buah, yang dengan kata lain tidak dapat menghantar kita pada keselamatan.
Fr. Stanislaus Andris Laritmas
“Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai sekarang (Yohanes 8:11).”
Marilah Berdoa:
Ya Tuhan, semoga kami senantiasa hidup dalam cinta dan kebenaran-Mu, dan mampukanlah kami agar dapat mewujudkannyadalam kehidupan dengan sesama dan lingkungan sekitar kami. Amin











