“HIDUP BARU” : Renungan, Minggu 26 Maret 2023

0
1514

HARI MINGGU PRAPASKAH V (U). 

Yeh. 37:12-14; Mzm. 130:1-2,3-4b,4c-6,7-8; Rm. 8:8-11; Yoh. 11:1.45 (panjang) atau Yoh. 11:3-7, 17, 20-27,33b-45 (singkat).

“Akulah kebangkitan dan hidup. Barang siapa percaya kepada-Ku, tidak akan mati; dan setiap orang yang hidup serta percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya.” Demikianlah perkataan Yesus kepada Marta. Perkataan ini diucapkan oleh Yesus ketika Lazarus telah terbaring di dalam kubur selama empat hari lamanya dan sudah berbau. Kendati demikian Yesus tetap menyuruh orang untuk membuka kubur itu lalu membangkitkan Lazarus.

Peristiwa kebangkitan Lazarus dari kematiannya bukanlah sekedar mukjizat atau sebuah keajaiban di mana ia mendapatkan kehidupan jasmaninya kembali. Peristiwa kematian dan kebangkitan Lazarus yang dikisahkan dalam Injil hari ini mau memberi penegasan akan kemuliaan yang nyata dalam diri Yesus Kristus. Lewat kemuliaan-Nya itu, Yesus berkuasa untuk memberikan kehidupan yang kekal. Lewat kemuliaan-Nya itu, orang-orang yang percaya kepadanya beroleh kehidupan yang baru. Kemuliaan-Nya itu dapat menghantar orang pada keselamatan. Kemuliaan Allah yang sungguh menyelamatkan ini juga ditegaskan kembali lewat penglihatan nabi Yehezkiel bagi bangsa Israel yang hidup dalam pembuangan. Karena kuasa Allah, kehidupan bangsa Israel akan segera dipulihkan dan mereka akan hidup kembali di Tanah Terjanji.

Peristiwa Yesus yang membangkitkan Lazarus juga serentak ingin membangun kepercayaan akan Allah yang senantiasa memberikan kehidupan yang kekal. Kehidupan kekal itu telah dapat diterima dalam diri Yesus Kristus. Kehidupan kekal itu dapat diperoleh bagi setiap orang yang percaya kepada Yesus. Dalam Yesus, kehidupan dapat dipulihkan menuju kepada hidup baru yang sungguh menyelamatkan. Rasul Paulus dalam suratnya kepada jemaat di Roma juga menegaskan bahwa Roh Allah yang diam dalam diri manusia akan menghidupkan tubuh manusia yang fana.

Kepercayaan yang sungguh akan Allah dapat mendorong kita semua untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik dalam kehidupan kita. Semakin kita percaya akan kemuliaan Allah maka semakin kita terdorong untuk banyak melakukan perbuatan baik dan dengan demikian kehidupan kita akan dipulihkan. Kita akan memperoleh hidup baru yang sungguh menyelamatkan.

(Fr. Valentino Pandelaki)

“Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.” (Rm. 8:10)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bukakanlah hati kami agar kami dapat semakin percaya akan kasih-Mu kepada kami semua. Amin.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini