HARI RAYA KABAR SUKACITA (P)
Yes 7:10-14; 8:10; Mzm 40:7-8a.8b-9.10.11; Ibr 10:4-10; Luk 1:26-38
Kehidupan manusia di bumi ini sesungguhnya bagaikan meringkuk dalam kegelapan maut. Setiap orang hidup di dalam lembah duka ini yang membutuhkan pertolongan dari Tuhan. Dan Tuhan Allah yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi dan segala sesuatu yang kelihatan dan tidak kelihatan, segala sesuatu di sorga dan di dunia fana ini sesungguhnya sudah mengetahui bahwa manusia membutuhkan penyelamatan dari Tuhan. Hidup manusia di dunia ini penuh dengan ketidakpastian, penuh dengan perjuangan dan kesusahan. Umur manusia hanyalah 70 tahun atau 80 jika kuat dan hampir seluruhnya susah dan derita, dalam sekejap manusia lenyap. Mengingat kenyataan hidup manusia yang penuh sengsara itu dan kebaikan dan kemahakuasaan Allah yang tidak terbatas, maka dalam rencana kehendakNya, Allah memberikan kabar sukacita kepada umat manusia.
Tanggal 25 Maret yaitu tepat 9 bulan sebelum hari Natal tanggal 25 Desember saat kelahiran Tuhan Yesus Kristus, Gereja merayakan Hari Raya Kabar Sukacita. Allah mengutus malaekat Gabriel untuk mengunjungi Santa Perawan Maria dan menyampaikan salam: “Salam Maria, penuh rahmat, Tuhan sertamu…”Seorang malaekat Allah memberikan salam kepada Maria, gadis bersahaja dari Nasaret. Dan isi dari berita yang dibawa oleh Malaekat Gabriel itu adalah bahwa Maria akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki – laki dan akan diberi nama Yesus (Yesoua) yang artinya Allah menyelamatkan. Maria terkejut mendengar salam itu dan ia tidak mengerti maksudnya. Maka dengan polos Maria bertanya: “bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena ia belum bersuami?” Tetapi malaekat Gabriel menjelaskan bahwa Maria tidak usah takut, semuanya itu akan terjadi karena kuasa Allah. Ia akan mengandung dalam naungan Roh Kudus atau karena kuasa Allah yang bagiNya segala sesuatu adalah mungkin. Lalu malaekat memberitahu Maria bahwa Elisabet saudaranya Maria yang sudah tua dan disebut mandul itu juga kini sedang mengandung dalam bulannya yang keenam.
Maria merenungkan semua penjelasan malaekat Gabriel itu dan ia percaya bahwa bagi Allah tidak ada hal yang mustahil. Maka dengan penuh iman dan kerendahan hati Maria menjawab malaekat Gabriel, “ Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perketaanmu itu.” Setelah mendengarkan jawaban Maria itu, malaekat Gabrial pergi meninggalkan Maria kembali ke sorga tempat para malaekat berada. Malaeikat itu pastilah dengan penuh sukacita kembali kepada Allah karena ternyata misinya berhasil dan Putera Allah akan menjelma menjadi manusia untuk menyelamatkan umat manusia. Kabar malaekat Gabriel ini benar – benar merupakan berita sukacita bagi seluruh umat manusia yang meringkuk dalam kegelapan maut karena dapat melihat terang yang besar.
Allah yang Mahakuasa memperhatikan kesusahan umatNya. Allah berkenan menolong umat manusia dari segala penderitaan dan dari kuasa maut. Bunda Maria menjadi perantara datangnya Sang Juruselamat ke dunia ini untuk membawa umat manusia kembali kepada Bapa. Dosa dan maut dikalahkan-Nya dan kepada segenap umat manusia diberikan pengharapan akan kehidupan kekal.
(P. Albertus Sujoko, MSC)
Kata Maria: “sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu”. (Luk. 1:38)
Marilah Berdoa:
Bunda Maria yang bersahaja dan penuh iman, ajarilah kami mengatakan hal yang sama kepada Tuhan: “Sesungguhnya kau ini hanyalah hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut perkataan-Mu itu.”











