“4 B”: Renungan, Rabu 22 Februari 2023

0
1621

RABU ABU (U)

BcE Yl 2:12-18 ; 2Kor 5:20-6:2 ; Mat 6:1-6.16-18

Rabu Abu adalah hari pertama dari 40 hari dari Masa Prapaskah. Inilah masa persiapan yang panjang sebelum merayakan Paskah. Namun tak jarang, masa yang panjang ini berlalu begitu saja. Menjadi sebuah rutinitas. Tanpa makna. Atau lebih tepat lagi, tak diberi makna lagi. Itulah sebabnya, lain kali orang bertanya, “Apa yg dapat dibuat selama Masa Prapaskah yg panjang ini?”.

Dalam bacaan Injil hari ini Yesus sendiri menunjukkan kepada kita 3 hal penting yang dapat kita lakukan untuk mengisi Masa Prapaskah. Pertama, bersedekah. Bersedekah berarti memberi, memberi dengan rela hati. Derma yang ditaruh dalam amplop atau kotak atau botol Aksi Puasa Pembangunan adalah juga sarana dan kesempatan bagi kita untuk bersedekah. Namun bersedekah dapat juga dibuat dengan pelbagai cara baik lainnya. Mengunjungi dan membantu anak-anak yatim piatu, misalnya, adalah juga sebuah bentuk berderma.

Kedua, berdoa. Berdoa berarti menjalin relasi dengan Tuhan. Masa Prapaskah adalah kesempatan untuk memperhatikan secara khusus relasi kita dengan Tuhan. Maka perbanyaklah doa kita : doa pagi, doa makan, doa sebelum beraktivitas, atau doa sebelum atau sesudah bangun tidur. Berdoalah juga secara sebagai satu keluarga.

Ketiga, berpuasa. Berpuasa berarti makan kenyang satu kali dalam sehari. Padahal kita biasa makan tiga kali dan ditambah kunyah ini itu. Berpuasa menunjuk pada kesempatan untuk melatih diri, menahan diri dari keinginan2 jasmani, agar kita dapat menjadi tuan atas diri kita sendiri. Boleh juga berpantang dari kebiasaan atau keinginan tertentu. Ada yang berpantang tidak merokok atau membeli jajan. Kita dapat mencari hal atau keinginan apa yang dapat kita korbankan selama masa ini.

Bersedekah, berdoa, berpuasa membuat kita dapat menjalin relasi dengan sesama lewat bantuan kita, relasi dengan Tuhan lewat doa kita, dan relasi dengan diri kita lewat puasa dan pantang kita. « 3 B » inilah yang menjadikan Masa Prapaskah, Masa Persiapan, Masa Tobat menjadi Masa yang luar biasa. Bila « 3 B » di atas dijalani dengan baik selama Masa penuh rahmat ini, maka kita akan sampai pada « B » yang keempat, yaitu Berbuah ; berbuah dalam hidup pribadi, hidup rohani, dan hidup bersama sesama.

(Pst. Ventje F. Runtulalo, Pr)

“Koyakkanlah hatimu dan jangan pakaianmu, berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia, dan Ia menyesal karena hukuman-Nya”(Yl. 2 :13).

 

Marilah berdoa :

Ya Tuhan, anugerahkanlah aku terang Roh Kudus-Mu, agar aku dapat mengisi dan memaknai Masa Prapaskah tahun ini dengan baik, sehingga hidupku boleh bertumbuh, berkembang, dan berbuah baik. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini