“PELAYAN TUHAN DAN SESAMA”: Renungan, Selasa 21 Februari 2023

0
1348

Hari biasa (H).

BcE Sir. 2:1-11:Mzm 37:3-4.18-19.27-28,39-40; Mrk. 9:30-37.

Dalam bacaan pertama, Putra Sirakh memberikan gambaran tentang bagaimana cara menjadi yang terbesar di hadapan Tuhan. Berbagai macam kualitas dituntut harus ada di dalam pribadi seseorang untuk dikatakan baik bagi Tuhan. Seseorang itu haruslah tahan melewati pelbagai pencobaan, takut akan Tuhan, menanggalkan rasa iri dan tinggi hati dan mengenakan pakaian kesabaran dan tabah hati. Singkatnya yaitu dengan menjadi miskin dan hina di hadapan Tuhan dan melaksanakan segala perintahNya.

Bacaan Injil hari ini berbicara mengenai apa yang besar di mata Allah. Bukannya memperhatikan ramalan terhadap Yesus, malahan mereka mempersoalkan tentang kekuasaan yakni siapa yang terbesar di antara mereka. Yesus membaca pikiran para murid dan menasehati mereka bahwa untuk menjadi yang terbesar, maka ia harus menjadi yang terkecil di antara mereka. Artinya ialah untuk menjadi yang terbesar dan terkemuka, pertama-tama harus mengambil posisi sebagai hamba dan pelayan. Untuk lebih memperjelas maksudNya, Yesus melayangkan pandangan pada seorang anak kecil. Mengapa anak kecil? Anak kecil dalam ajaran Yesus, memainkan peran yang cukup penting. Karena pertama-tama seorang anak kecil selalu menunjukkan karakter yang polos, taat serta lemah lembut dan sederhana. Karakter ini melambangkan kerendahan hati dan kemauan untuk melayani sesama. Karakter inilah yang hendaknya dimiliki oleh para murid.

Terkadang dalam hidup kita ingin menjadi yang nomor satu, melebihi yang lain, dan selalu dibangga-banggakan. Kita kemudian menjadi sombong atau tinggi hati. Kita kurang mampu menjadi seperti anak kecil. Hal itulah yang membuat diri kita menjadi yang paling rendah di hadapan Tuhan. Maka dari itu perlu kesadaran diri untuk menjadi orang yang memiliki kualitas-kualitas baik sesuai kemauan Tuhan. Mampu menjadi pelayan bagi sesama dan Tuhan.

Pesan sabda Tuhan hari ini bagi kita yakni menjadi pengikut Kristus, berarti hidup tanpa mengejar kekuasaan karena gengsi. Sebagai pengikut Kristus, hendaknya ia dijiwai oleh semangat kerendahan hati dan kemiskinan di hadapan Tuhan. St. Teresa pernah mengatakan “Tanda mereka yang besar di hadapan Allah yakni dengan menjadi kecil dalam pandangan manusia. Semakin mulia mereka dalam pandangan Allah, semakin hina mereka tampak dalam pandangan mereka sendiri.”

(Gerren F.X Maweikere)

“Jika ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya dan pelayan dari semuanya.” (Mrk. 9:35)

Marilah Berdoa :

Ya Tritunggal Mahakudus, Jadikanlah pelayan sejatiMu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini