Hari Biasa (H).
BcE Ibr 11:1-7; Mzm 145:2-3,4-5,10-11; Mrk 9:2-13.
“Fides quaerens intellectum” Itulah kalimat yang sangat terkenal dari St. Anselmus. Arti dari kalimat tersebut: iman mencari pengertian. Itu berarti, setelah orang beriman maka ia harus mencari arti atau pengertian terhadap apa yang ia imani. Iman haruslah mendahului pengertian. Terdengar mustahil, tetapi barangkali memiliki arti yang mendalam. Iman kepada Allah membantu kita untuk memahami misteri Kerajaan Allah yang sulit dipahami dengan akal budi manusia. Setelah melihat karya Allah maka manusia harus mengimaninya kemudian mewartakan kepada semua orang. Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk melihat hal tersebut.
Bacaan pertama mengajarkan kita bahwa iman para tokoh Kitab Suci perjanjian lama menghantarkan mereka pada pemahaman yang baik dan benar tentang Allah beserta karyaNya. Setelah mereka melihat dan mengimani Allah, mereka pun menjalani kehidupan sesuai dengan yang ditunjukkan Allah. Perbuatan mereka yang sangat mulia dan terpuji menghantarkan mereka pada suatu kemulian yang berasal dari Allah sendiri. Allah memuliakan mereka karena mereka menjadi saksi-saksi iman yang unggul. Bacaan Injil juga berbicara tentang hal tersebut. Yesus yang berubah rupa di atas gunung dan tampil bersama Elia dan Musa, menjadi bukti kehadiran Allah yang mengagumkan. Petrus, Yakobus dan Yohanes menjadi saksi atas transfigurasi dari Yesus. Pengalaman yang mengagumkan akan Allah menguatkan iman mereka. Petrus langsung mengimani Allah dalam peristiwa trasnfigurasi dan berkata: “Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini.” Percakapan Yesus dan mereka setelahnya, sangatlah sukar dimengerti oleh mereka. Mereka sukar memahami tentang kebangkitan orang mati dan juga tentang kedatangan Elia sebelum Anak Manusia. Sangat sukar dimengerti oleh para murid. Peristiwa transfigurasi pun sulit untuk mereka pahami. Tetapi dengan iman, mereka kemudian mulai memahami misteri Allah yang perlahan-lahan diungkapkan. Transfigurasi Yesus di atas gunung mulai menyingkapkan identitas Yesus: bahwa Dia adalah Anak Allah, juruselamat bagi seluruh umat manusia. Para murid memang belum bisa bersaksi tentang Yesus. Tetapi kemudian mereka akan bersaksi dan menjadi saksi Kristus setelah peristiwa sengsara, wafat dan kebangkitanNya.
Teladan iman yang telah ditinggalkan oleh para saksi iman, haruslah kita pegang dan lanjutkan. Para saksi iman pada awalnya belum memahami tentang perbuatan Allah bagi mereka dan dunia. Tetapi misteri Allah yang begitu besar kemudian diimani oleh mereka. Iman terhadap Allah, kemudia harus dimengerti dan menjadi kesaksian bagi banyak orang. Perjuangan untuk mengimani dan memahami misteri Allah tersebut, merupakan sebuah tindakan yang mulia. Allah yang kita mengerti sangat jauh, kini telah ada diantara kita. Ia telah berubah rupa dan dalam transfigurasiNya yang begitu mengagumkan, kita diajak untuk mendengarkan Dia seraya memuliakan Dia. Dia yang kita lihat adalah Dia yang menyelamatkan kita.
(Redaksi)
“Inilah Anak yang Kukasihi, dengarkanlah Dia.” (Mrk. 9:7)
Marilah berdoa:
Ya Allah, bantulah kami untuk mengimani dan memahami misteri KerajaanMu. Amin.











