“MENJADI PENGIKUT TUHAN“: Renungan, Jumat 17 Februari 2023

0
1267

Hari biasa (H).

BcE Kej. 11:1-9; Mzm. 33:10-11,12-13,14-15; Mrk. 8:34 – 9:1.

Setiap orang memiliki keinginan dan harapan untuk hidup bahagia. Sebab itu, kita selalu berusaha mencari cara apapun agar bisa hidup bahagia. Kita ingin supaya dalam kehidupan selalu ada kedamaian dan kesejahteraan. Menginginkan dan mengaharapkan kebahagiaan, bukanlah tindakan yang salah. Akan tetapi, sebagai seorang murid atau pengikut Kristus, semua yang menyangkut dengan kebahagiaan duniawi tidaklah memiliki nilai dan arti sama sekali. Sebab menjadi murid Yesus berarti kita memikul salib dan rela menderita.

Bacaan Injil hari ini menegaskan syarat-syarat untuk menjadi pengikut-Nya. Setiap orang yang mau menjadi pengikut-Nya harus menyangkal diri sendiri, dan memikul salib. Yang dimaksud dengan menyangkal diri berarti tidak terhanyut dalam keinginan nafsu duniawi kita, melainkan lebih mengutamakan apa yang menjadi keinginan Tuhan yang harus kita buat dalam diri kita. Sedangkan yang dimaksud dengan memikul salib berarti menghadapi segala goadaan dan tantangan duniawi. Salib hidup yang kita pikul mengajarkan kita untuk tabah dan setia untuk menjalani kehidupan yang penuh tantangan. Memikul salib tentu bukanlah suatu hal yang mudah untuk kita jalani. Banyak gejolak yang membuat kita tidak mampu dalam mengahadapi dan memikul salib kita. Godaan tersebut berasal dari diri kita maupun dari luar diri kita sendiri. Sikap yang diperlukan agar kita dapat menjalani semua itu adalah, tabah dan setia seraya memiliki iman dan harapan yang teguh pada Yesus Kristus. Dengan demikian, kita akan menjalani semuanya itu dengan penuh sukacita dan kegembiraan.

Yesus memanggil setiap orang untuk menjadi pengikut-Nya dengan berbagai pilihan dan panggilan hidup yang khas. Dengan berbagai pilihan dan panggilan hidup itu, kita diharapkan dapat menjalani hidup dengan sungguh-sungguh dalam mengikuti-Nya. Seorang pengikut Kristus tidak terikat dengan hal-hal duniawi; tidak terhanyut dalam keinginan hawa nafsu dan kerakusan yang membuat kita binasa karena jauh dari kasih Tuhan. Melainkan kita harus selalu berusaha membangun dan menjaga relasi yang baik dengan Tuhan, dengan cara hidup baik dan benar di hadapan Tuhan dan sesama. Dengan begitu, kita menjadi pengikut Yesus yang sejati serta penuh dengan kebahagian karena melihat Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa.

(Fr. Marco Yohanis Mamarodia)

“Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya memikul salibnya dan mengikut Aku” (Mrk. 8:34)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, mampukanlah dan terangilah hati kami agar selalu taat dan setia pada-Mu.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini