Pw S. Sirilus, Prtp dan Metodius, Usk (P)
BcE Kej. 6:5-8,7:1-5,10; Mzm. 29:1a,2,3ac-4,3b,9b-10; Mrk. 8:14-21
Ketika seorang anak hendak pergi ke sekolah, ibunya akan memberikan nasehat kepada anaknya dengan berkata, “Belajarlah sebaik-baiknya, gunakan waktu dengan sebaik-baiknya”. Kalimat ajakan ini mau mengajak si anak untuk menyiapkan masa depannya dengan bekal pengetahuan. Melalui ajakan di atas, muncullah kesepahaman untuk menilai bahwa setiap orang tua mempunyai perhatian yang baik bagi anaknya.
Hal yang serupa digambarkan dalam bacaan Injil hari ini. Ajakan untuk berjaga-jaga dilontarkan oleh Yesus kepada para muridnya. “Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes.” Ragi orang Farisi dan ragi Herodes yang dimaksud oleh Yesus adalah tradisi keagamaan yang keliru dan semangat sekularisme dan keduniawian. Yesus mau mengajak sekaligus mengingatkan para muridNya agar tidak hanyut dalam arus tradisi keagamaan yang keliru dari orang Farisi. Yesus hendak mengingatkan para muridNya agar tidak terbawa arus sekularisme dan keduniawian pada masa itu.
Para pengikut Kristus harus senantiasa berjaga. Tujuannya yaitu agar ia tidak menerima padangan orang Farisi yang memberikan gagasan manusiawi yang menyesatkan banyak orang. Pengikut Kristus yang mempunyai sikap mawas diri atau berjaga-jaga adalah orang yang mempunyai keseriusan untuk mengikuti Yesus. Mereka adalah orang-orang yang tetap percaya pada Yesus dan ajaranNya. Hal ini pun serupa dengan yang dialami oleh Nuh. Berfirmanlah Tuhan: “Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka. Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan”.
Dunia dewasa ini sangat menantang dan menggoncangkan iman para pengikut Kristus. Sebagai pengikut Kristus, kita dituntut untuk tetap setia pada iman kita dari bayang-bayang godaan berupa gaya hidup sekularisme, konsumerisme dan tradisi hidup yang tidak baik. Sikap dan perilaku untuk tetap percaya kepada Yesus dengan memperhatikan kewaspadaan di atas adalah semangat yang harus dihidupi oleh para pengikut Kristus. Sikap ini pun ditunjukkan oleh Santo Sirilus dan pemazmur hari ini, “Kepada Tuhan, hai penghuni sorgawi, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berilah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, sujudlah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan!”. Atas inspirasi di atas, refleksi dan ajakan untuk kita ialah apakah kita telah menunjukkan sikap yang sama?
(Fr. Christiano Mandagi)
“Berjaga-jagalah dan awaslah terhadap ragi orang Farisi dan ragi Herodes” (Mrk. 8:15)
Marilah berdoa:
Tuhan ampunilah aku yang sering jatuh dalam godaan dunia ini. Amin.











