“Mahkota Iman” Renungan: Senin, 6 Februari 2023

0
1174

Pw S. Paulus Miki (M).

Kej. 1:1-19; Mzm. 104:1-2a,5-6,10,12,24,35c; Mrk. 6:53-56

Kisah penciptaaan mau menunjukkan  kerjasama yang tak terpisah dari Allah Putera, Allah Roh Kudus bersama dengan Allah Bapa. Penciptaan adalah karya bersama Allah Tritunggal. Kisah penciptaan merupakan awal dari sejarah keselamatan yang dikerjakan oleh Allah. Penciptaan yang dikerjakan oleh Allah bukan terjadi semata-mata karena Allah kesepian dan tidak bahagia tanpa adanya ciptaan. Tuhan tidak membutuhkan apapun dan siapapun untuk membuatnya bahagia. Dia adalah sempurna dan bahagia secara absolut. Penciptaan yang dikerjakan oleh Allah Tritunggal mau mengungkapkan kasih dan kebaikan Tuhan untuk menyatakan kemuliaan Allah. Tuhan menciptakan seluruh ciptaan untuk menyatakan kemuliaaNya sehingga akhirnya seluruh ciptaan dapat menikmati kebahagiaan bersamaNya.

Karya cinta kasih itu tidak berhenti pada waktu penciptaan, tetapi terus berlangsung dalam perjalanan kehidupan manusia. Allah dalam kebijaksanaanNya tetap menyertai dan mendampingi manusia dalam diri Yesus, PuteraNya yang terkasih. Kisah penyembuhan yang dikerjakan oleh Yesus di Genesaret menjadi bukti bahwa karya keselamatan itu tetap berlangsung dalam kehidupan manusia. Kasih dan kebaikan Allah secara nyata dialami oleh orang-orang sakit di Genesaret. Dengan iman mereka percaya bahwa hanya dengan menjamah jumbai jubahNya mereka dapat memperoleh kesembuhan. Pengetahuan dan pengenalan akan Allah yang benar telah membawa mereka pada keselamatan.

Allah dalam kebijaksanaanNya selalu menghendaki manusia untuk selamat dan mengalami kebahagiaan bersamaNya. Namun, seringkali manusia tidak mampu memahami dan mengenali rencana keselamatan yang Allah kerjakan dalam dirinya; bahkan manusia seringkali menolak rencana tersebut. Hari ini Allah mengajak kita untuk mengenali dan memahami rencana keselamatan yang Allah kerjakan dalam diri kita. Seperti orang-orang Genesaret yang berlari-lari untuk menemukan keselamatan, kitapun diajak untuk berlari-lari untuk mencapai keselamatan yang Yesus tawarkan dalam kehidupan kita masing-masing.

Kisah kemartiran Santo Paulus Miki sekiranya memberikan teladan bagi kita untuk mencapai keselamatan itu. Berpegang teguh pada iman akan Yesus serta tanpa lelah mewartakan iman dalam kehidupan adalah jalan bagi kita mencapai keselamatan tersebut. Dengan iman yang teguh Santo Paulus Miki telah menjadikan Allah sebagai awal dan tujuan kehidupanya. Iman ini telah membawanya tanpa lelah mewartakan Yesus Kristus kepada banyak orang. Dalam keyakinan yang sama, tanpa takut ia memberikan darahnya bagi kemuliaan Allah.

(Fr. Giovanny Diamanti)

“… Dan semua orang yang menjamah-Nya menjadi sembuh”(Mrk.6:56b)

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, sungguh agung dan mulialah namamu di seluruh bumi. Amin.

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini