“Demi Kemuliaan Allah”, Renungan Jumat, 20 Januari 2023

0
1354

Hari Biasa (H)

BcE Ibr. 8:6-13; Mzm. 85:8, 10, 11-12, 13-14; Mrk. 3:13-19.

Setiap orang yang dibaptis dan menjadi Katolik memiliki kewajiban untuk merasul di tengah umat. Ia harus menjadi garam dan terang dunia. Inilah panggilan kita sebagai orang Katolik. Panggilan untuk menyebarkan berita Injil dan melayani umat Allah. Semuanya demi kemuliaan Allah.

Bacaan-bacaan hari ini berbicara tentang panggilan menjadi rasul dan tugas seorang rasul. Penulis kitab Ibrani melukiskan dengan sangat indah tentang seorang pelayan yang agung, seorang pengantara dari perjanjian yang lebih mulia, yang didasarkan atas janji yang lebih tinggi. Seorang pelayan ini juga berbicara tentang perjanjian antara Allah dan manusia. Perjanjian ini akan menyelamatkan umat manusia. Penulis kitab Ibrani mau menggambarkan bagaimana konsekuensi dan tugas seorang pelayan atau rasul. Seorang pelayan atau rasul harus memiliki keunggulan-keunggulan hidup yang sesuai dengan tugasnya sebagai pelayan atau rasul. Ia harus menjadi orang yang benar dan setia kepada Allah. Segala kebenaran harus disampaikan, bahkan harus menegor mereka yang berbuat salah atau lalai dengan perjanjian keselamatan itu. Inilah gambaran seorang pelayan atau rasul Kristus yang sejati.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan bagaimana Yesus memilih dan memanggil kedua belas rasul. Pemilihan ini dimaksudkan agar mereka menjadi orang-orang yang akan menyertai dia dan menjadi pewarta Injil. Penulis Injil Markus menceritakan bahwa mereka yang dipanggil Yesus, langsung datang kepada-Nya. Bukan hanya itu, mereka pun memperoleh kuasa untuk mengusir setan. Hal ini menegaskan bahwa seorang pengikut Kristus haruslah memiliki kehendak yang kuat. Menjadi pengikut Kristus tidak boleh setengah-setengah. Ketika dipanggil, ia harus siap sedia dan tidak boleh ragu-ragu. Contohlah para rasul, yang ketika dipanggil langsung datang kepada Yesus. Ini juga mau menegaskan bahwa seorang pengikut Kristus harus memahami rencana keselamatan Allah.

Seorang pengikut Kristus pun pada akhirnya tidak akan dibiarkan begitu saja. Kristus tetap menyertai dan bersama dengan orang-orang yang setia menjadi pelayan atau rasul. Ada kuasa yang akan diberikan Kristus bagi mereka, dalam menjalani tugas pelayanan. Ini merupakan rahmat istimewa seorang pengikut Kristus: memperoleh talenta atau kharisma dari Allah, lewat persatuan dengan-Nya dalam pembaptisan. Pemberian ini menjadi penegasan bahwa Tuhan itu Mahakuasa dan pemberian ini dimaksudkan untuk kemuliaan Allah beserta Kerajaan Allah.

Setiap orang Katolik adalah rasul Tuhan bagi kemajuan Kerajaan Allah serta kemuliaan bagi Allah. Menjadi rasul tidaklah mudah. Akan ada banyak tantangan yang dihadapi. Tapi yang pasti, seorang rasul adalah dia yang mengerti, memahami dan menjalani rencana keselamatan Allah. Panggilan kedua belas rasul dikisahkan pada hari ini dapat menjadi contoh bagi kita. Contohlah dan ikutilah perbuatan baik mereka, demi kemajuan Kerajaan Allah dan kemuliaan Allah. Niscaya, keselamatan akan dianugerahkan Tuhan kepadamu dan bagi dunia ini.

(Fr. Christoforus Lontoh)

 

“Dan mereka pun datang kepada-Nya” (Mrk. 3:13)

Marilah Berdoa:

Ya Tuhan, mampukanlah dan tuntunlah kami untuk menjadi rasul-Mu di tengah dunia ini. Amin

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini