Perbuatan Kasih  Membawa Sukacita: Renungan, Kamis 5 Januari 2023

0
1311

Hari biasa Masa Natal (P)

1Yoh. 3:11-21; Mzm. 100:1-2,3,4,5; Yoh. 1:43-51

Ada seorang kakek tua, badannya kotor dan bau sedang berjalan di depan supermarket. Karena lapar dan kecapaian, ia duduk di depan supermarket itu dengan harapan orang dapat menolongnya. Banyak orang kaya di situ, tetapi tidak seorangpun yang peduli pada kakek tua tersebut. Namun, tibah-tiba ada seorang pemulung yang kebetulan membawa makanan yang merupakan pemberian dari orang. Ia kemudian memberi makanan itu kepada si kakek, lalu pergi dengan kelaparan.

Bacaan pertama pada hari ini mengajarkan kita tentang sikap kasih. Kasih yang membawa kita pada suatu sukacita atau kebahagiaan. Pertanyaannya, dengan cara apakah kita berbuat kasih? Dan kepada siapa kasih itu diberikan? Sebagai manusia kita adalah ciptaan Allah. Oleh karena itu kita harus melakukan sesuatu seperti yang dikehendaki Allah. Hal itu telah Yesus tunjukkan kepada kita yakni saling memberi, saling menolong, saling peduli kepada sesama, karena sesama manusia adalah saudara kita. Kita semua adalah anak-anak Allah yang merupakan satu keluarga, saudara yang beriman. Orang yang kita temui dalam hidup kita, baik yang miskin, yang kaya, semua adalah saudara kita.

Bacaan injil hari ini mengisahkan bagaimana perjumpaan Yesus dengan Natanael. Ketika melihat Natanael, Yesus berkata: “Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada keplasuan di dalamnya.” Kita dapat belajar dari Natanael yang selalu setia mendengarkan perkataan Yesus dan mengikuti Yesus. Ia juga selalu melaksanakan apa yang dikehendaki oleh Yesus. Sehingga Yesus senang dan bangga kepadanya. Yesus senang kepada orang-orang yang selalu melaksanakan kehendaknya tanpa harus ditunda-tunda. Sebab, Yesus sendiri menjanjikan hal-hal baik kepada kita. Seperti yang ia katakan kepada Natanael bahwa engkau akan melihat hal-hal yang lebih besar dari pada itu.

Hari ini kita diajak untuk belajar dari Natael yang selalu percaya dan melakukan kehendak Tuhan. Apa yang Tuhan kehendaki? Tuhan mau agar kita saling berbuat kasih dengan cara saling menolong atau membantu sesama, saling memberi kepada yang berkekurangan sebab itu adalah sikap kasih yang dikehendaki Tuhan. Dengan demikian, Tuhan akan memberikan hadiah keselamatan dan kebahagiaan kekal bagi kita. Rahmat Allah Menolong Kita.

(Fr. Victor Helyanan)

 

“Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!” (Yoh 1:49)

 

Doa:

Ya Tuhan, bantulah kami untuk selalu mencari kehendak-Mu dalam hidup kami. Amin.

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini