Hari Ketujuh dalam Oktaf Natal (P)
BcE 1 Yoh. 2:18-21; Mzm. 96:1-2,11-12, 13; Yoh. 1:1-18
Ada seorang guru agama yang bertanya kepada murid-muridnya, siapakah Yesus menurut kamu? Seorang anak dokter menjawab, Yesus adalah seorang penyembuh. Seorang anak hakim menjawab, Yesus adalah sumber keadilan. Seorang anak konglomerat menjawab juga, Yesus adalah orang kaya yang murah hati dan suka berbagi. Terakhir, seorang anak karyawan PLN menjawab bahwa Yesus adalah terang dunia.
Tentunya semua jawaban yang diterima oleh guru agama dari murid-muridnya adalah benar, bahwa Yesus adalah seorang penyembuh yang baik, Yesus adalah sumber keadilan, Yesus adalah orang kaya yang baik hati dan suka berbagi dan juga Yesus adalah terang bagi dunia. Semua jawaban ini menggambarkan ciri dari diri Yesus sendiri.
Pertanyaannya, siapakah Yesus bagi dirimu?
Jawaban yang diberikan oleh anak karyawan PLN bahwa Yesus adalah terang dunia, begitu selaras dengan bacaan injil pada hari ini. Bahwa Yesus pada mulanya adalah firman yang bersama dengan Allah dan menjadi terang yang mencahayai kegelapan hati setiap manusia. Karena terkadang dalam kehidupan, kita terhanyut dalam kegelapan dunia. Hati kita dikuasai oleh keegoisan diri, mata kita tertutup dengan segala kepentingan pribadi tanpa berpikir tentang orang lain dan pikiran kita hanya tertuju pada apa yang berguna bagi diri kita saja. Semua hal itu menghantar kita pada kegelapan hati yang mengakibatkan kita jauh dari pancaran sinar kasih Allah.
Dalam keadaan demikian Yesus hadir sebagai cahaya yang menerangi diri kita. Menyinari lubuk hati kita yang paling dalam sehingga kita pun ditarik dari dunia yang begitu gelap karena dosa yang kita perbuat. Pancaran terang kasih Yesus itu kemudian menghalau kegelapan dan menyinari hati kita yang terkadang tertutup ketika melihat orang lain sakit dalam penderitaan, tersiksa karena ketidakadilan, terjebak dalam kemiskinan karena eksploitasi dari mereka yang kaya raya namun serakah dan juga bagi mereka yang terjebak dalam kekelaman dunia karena pergaulan dan kesesatan.
Kiranya kasih Yesus yang bercahaya, menyadarkan kita untuk perlahan bangkit dan berjalan menuju sumber cahaya ilahi yang sekiranya menghantar kita pada keselamatan kekal bersama dengan Allah.
(Fr. Alfius Davin Welerubun)
“Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya” (Yoh. 1:5).
Marilah berdoa:
Allah sumber kasih, bantulah kami untuk selalu percaya pada kasih-Mu. Semoga kami dapat menjadi pancaran sinar terang-Mu di sepanjang jalan kami. Amin











