“Janji Keselamatan”: Renungan, Selasa 13 Desember 2022

0
911

Pw S. Lusia, PrwMrt (M)

BcE Zef. 3:1-2,9-3; Mzm. 34:2-3,6-7,17-18,19,23; Mat. 21:28-32; atau dr RUybs

Perkataan hendaknya selaras dengan perbuatan. Orang yang hanya berbicara banyak tetapi tidak melaksanakannya sama seperti istilah “tong kosong nyaring bunyinya”. Orang beriman hendaknya menghindarkan diri dari sikap demikian. Setiap orang beriman dipanggil untuk memberi kesaksian tentang imannya dalam perkataan dan tindakan. Salah satu tindakan empiris yang hendaknya diperjuangkan oleh setiap orang beriman dalam tindakan dan perkataan ialah pertobatan.

Nabi Zefanya telah menaati perintah-perintah Allah dengan melaksanakan kehendak-Nya. Sehingga ia mampu mewartakan dan menawarkan janji keselamatan Allah kepada bangsa Israel. Nabi Zefanya melukiskan janji keselamatan yang dianugerahkan Allah kepada Israel tanpa henti. Allah terus menyertai umat pilihan-Nya dan menyelamatkan mereka dari kesesakan. Walaupun Israel tidak setia kepada Allah namun kesetiaan Allah kepada mereka tidak berkesudahan. Karena cinta-Nya kepada Israel, Allah membentuk mereka menjadi orang-orang yang hidup penuh dengan kerendahan hati dan kelembutan.

Dalam bacaan injil hari ini Yesus menunjukkan belas kasih Allah bagi setiap orang yang ingin berpaling dari dosa kepada Allah. Allah telah menawarkan belas kasih-Nya melalui Yesus, sehingga setiap orang yang percaya dan melaksanakan perintah Allah memperoleh janji keselamatan. Walaupun demikian tidak semua orang percaya kepada Yesus seperti imam-imam kepala dan pemuka-pemuka Yahudi. Orang-orang demikianlah yang diumpamakan Yesus sebagai orang-orang yang takkan memperoleh bagian dari janji ilahi tersebut. Tetapi orang-orang yang telah berpaling kepada jalan keselamatan, yakni para pemungut cukai dan perempuan sundal akan memperoleh keselamatan dari Allah. Orang-orang demikianlah yang menampakkan sikap hidup pertobatan sejati.

Pertobatan yang diartikan dalam bacaan Injil yakni suatu usaha untuk mengembalikan hidup yang terkurung dalam situasi kegelapan hati menuju kepada terang abadi yang berbuah pada perbuatan-perbutan baik dan cara hidup yang berkenan bagi Allah dan sesama. Dengan begitu, janji keselamatan akan dinyatakan pada setiap orang beriman yang mau bertobat yakni dengan berpaling dari dosa kepada kehendak Allah. Orang yang demikian akan berbahagia dan menikmati keselamatan yang dianugerahkan Allah kepadanya

(Fr. Natalio Kawarnidi)

Marilah berdoa:

Ya Allah, anugerahkanlah Roh Kudus-Mu untuk menerangi kegelapan hatiku sehingga dapat bertobat dan memperoleh keselamatan yang Kaujanjikan. Amin

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini