Hari Biasa (H)
Why. 3:1-6, 14-22; Mzr. 15:2-3ab, 3cd-4ab; Luk. 19:1-10.
Arman adalah teman kelas saya yang sangat nakal. Pada suatu ketika dia melakukan sebuah kesalahan yang cukup serius. Karena hal itu dia pun dimusuhi dan dibenci oleh banyak orang. Semenjak peristiwa itu, dia sangat menyesal dan selalu berpikir bahwa dia adalah manusia yang paling berdosa sehingga Tuhan tidak akan pernah memaafkan kesalahannya. Dalam kehidupan kita sehari-hari, sangat mudah bagi kita untuk melihat kelemahan dan kekurangan orang lain. Karena sibuk melihat kelemahan orang lain, kita pun lupa bahwa kita juga adalah manusia berdosa.
Bacaan Injil hari ini sejatinya mau mengingatkan kita bahwa seburuk apapun dirimu, sehancur apapun dirimu, seberdosa apapun dirimu, kamu tetap berharga dan tetap istimewa di mata Tuhan. Hal itu sangat nampak dalam bancaan injil hari ini, yang secara garis besar mengisahkan bahwa Yesus menyelamatkan seorang pendosa berat yakni Zakheus yang adalah pemungut cukai dengan cara mengunjungi rumahnya. Jika dicermati dengan saksama, maka dapat dipastikan bahwa Zakheus bertobat setelah mengalami perjumpaan khusus dengan Yesus. Perjumpaan Zakheus dan Yesus membawa peristiwa iman yang dalam sehingga sekejap langsung mempertobatkan Zakheus. Hasilnya Zakheus membagi setengah dari hartanya bagi banyak orang (Luk. 19:8).
Sama seperti Zakheus kita pun diajak untuk tetap berjuang mencari Yesus. Yesus selalu ada dalam kehidupan kita. Yesus selalu menantikan kita untuk bertobat dan kembali pada-Nya. Karena itu jangan pernah malu datang kepada Yesus. Dia akan mengampuni salah dan dosamu, Dia akan menyambutmu dengan sukacita, Dia akan memperlakukanmu seperti saudara-Nya dan Dia akan mencintaimu dengan cinta yang tidak terbatas. Karena itu mari kita benahi hidup kita, kita perbaiki dan ubah hidup kita menjadi manusia baru dengan cara bertobat dan meninggalkan segala keterpurukan kita, kita buang tumpukan dosa dalam diri kita, dan kita siapkan hati kita agar Yesus boleh tinggal dalam diri kita dan merasakan kenyamanan dalam diri kita.
(Fr. Basilius Koisine)
“Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi” (Ams. 28:13).
Marilah berdoa:
Allah Bapa, berilah kami semangat bertobat dan membenahi diri agar kembali pada jalan yang telah Engkau kehendaki. Amin.











