“Bersiap dan Berjaga”: Renungan, Minggu 13 November 2022

0
1327

Hari Minggu Biasa XXXIII (H)

Mal. 4:1-2a; Mzm. 98:5-6,7-8,9a; 2Tes. 3:7-12; Luk. 21:5-19

Pemerintah dan tenaga kesehatan sampai detik ini juga senantiasa memperingatkan masyarakat untuk menjaga diri ketika keluar rumah. Memang sudah ada kebebasan yang diberikan oleh pemerintah bagi masyarakat untuk beraktivitas sehari-hari. Namun peringatan untuk berjaga-jaga masih ada sampai saat ini, demi kesehatan dan keselamatan hidup dari semua orang.

Bacaan Injil hari ini mengisahkan juga tentang hal berjaga-jaga. Penginjil mengisahkan tentang peringatan Yesus kepada para muridNya tentang bencana yang akan menghampiri mereka. “Waspadalah, supaya kamu jangan disesatkan. Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaKu dan berkata: Akulah Dia, dan: Saatnya sudah dekat….”. Yesus meminta agar mereka mempersiapkan diri sebelum Ia datang untuk kedua kalinya, karena akan ada banyak pencobaan yang akan dialami oleh para murid-Nya.

Rasul Paulus sudah menunjukkan teladan hidup bagaimana cara untuk berjaga-jaga dan bertahan dalam menghadapi pencobaan. Rasul Paulus bahkan dalam suratnya kepada jemaat di Tesalonika mengatakan bahwa mereka harus tetap mengandalkan Kristus dalam kehidupan ini dan tetap bekerja untuk menghidupi diri mereka sendiri. Dengan mengandalkan Kristus dalam kehidupan, maka murid-murid Kristus akan mampu menghadapi cobaan hidup. Dan pada akhirnya mereka telah menunjukkan bahwa Kristus di atas segalanya dan membuat mereka tidak gentar terhadap apa pun.

Pencobaan yang dihadapi oleh para murid menjadi sarana dalam pewartaan Sabda Allah bagi dunia. Orang-orang pasti akan bertanya-tanya mengapa mereka dapat bertahan dalam iman mereka, ketika kehidupan ini tidak memungkinkan lagi untuk mempertahankan iman kita. Dengan jalan ini, kita menunjukkan kepada dunia bahwa iman kita kepada Kristus membuat kita tidak gentar untuk menghadapi cobaan hidup dunia ini. Untuk itulah dalam Kitab Maleakhi disebutkan bahwa hari itu akan datang di mana Allah akan menghakimi manusia. Mereka yang hidupnya benar di hadapan Allah akan diselamatkan, sedangkan mereka yang mengikuti jalan fasik akan dibinasakan.

Bacaan-bacaan hari ini mengajak kita untuk semakin beriman dalam setiap kesempatan hidup di dunia ini. Ketika menghadapi cobaan hidup dan derita hidup, murid-murid Kristus diharapkan untuk terus maju dan menunjukkan kepada banyak orang bahwa Kristus hadir dan hidup di dalam diri kita.

(Fr. Christiano Mandagi)

“Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya” (Mal. 4:2a).

Marilah  berdoa:

Tuhan, kuatkanlah aku agar tetap kuat untuk mewartakan kebenaran dan kasih-Mu bagi sesamaku di dunia ini. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini