“Siap Sedialah dalam Kasih!” : Renungan, Jumat 11 November 2022

0
1476

Pw S. Martinus dr Tours, Usk (P).

2Yoh. 4-9; Mzm. 119:1,2,10,11,17,18; Luk. 17:26-37; atau dr RUybs.

Pada hari ini, Gereja Universal merayakan hari peringatan wajib Santo Martinus dari Tours. Ia adalah salah seorang dari para kudus dan bukan martir. Ia dipanggil menjadi seorang pengikut Kristus, ketika ia berbelas kasih terhadap seorang pengemis yang sedang kedinginan di pinggiran kota. Ia lalu menolongnya dengan memberikan satu mantelnya kepada pengemis itu. Ketika malam, Martinus sedang tidur, ia bermimpi Yesus datang kepadanya dengan mengenakan  mantel yang ia berikan kepada pengemis tadi. Dari situlah ia sadar bahwa sebenarnya pengemis yang telah ia tolong itu adalah Yesus sendiri. Ia kemudian memberi diri dibaptis dan menjadi pengikut Kristus sejati.

Bertolak dari kisah hidup St. Martinus dari Tours, bacaan pertama hari ini turut mengajak kita untuk selalu hidup dalam kasih. Rasul Yohanes dalam suratnya yang kedua telah menegaskan kepada kita bahwa hidup dalam kasih berarti hidup menurut perintah-Nya yaitu supaya saling mengasihi satu sama lain. Barang siapa hidup dalam kasih itu, maka sesungguhnya ia memiliki Bapa maupun Anak. Oleh sebab itu, hendaknya kita selalu hidup di dalam kasih sama seperti St. Martinus dari Tours yang telah berbuat kasih kepada pengemis itu.

Di samping perbuatan kasih yang harus kita hidupi,  kita juga harus siap sedia dan berjaga-jaga untuk menyambut segala sesuatu yang akan terjadi di waktu yang akan datang. Bacaan Injil yang kita dengarkan pada hari ini berbicara tentang kedatangan Kerajaan Allah. Tentu kita tahu bahwa penginjil Lukas hendak menunjukkan suatu peristiwa di mana Yesus menjelaskan kepada para murid-Nya tentang kedatangan Kerajaan Allah. Kerajaan Allah yang akan datang itu menuntut kita untuk selalu siap-sedia dan berjaga-jaga. Sebab sesungguhnya, barang siapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barang siapa kehilangan nyawanya ia akan menyelamatkannya. Oleh karena itu, hal pokok yang mesti kita lakukan adalah selalu hidup di dalam kasih dan tak lupa pula, kita harus selalu siap-sedia dan berjaga-jaga untuk menyambut datangnya Kerajaan Allah.

(Fr. Don Kamilo Tawurutubun)

“Barang siapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barang siapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya” (Luk. 17:33).

 

Marilah berdoa:

Ya Tuhan, bantulah kami untuk selalu hidup di dalam kasih agar kami mampu siap-sedia dan berjaga-jaga untuk menyambut kedatangan Kerajaan-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini