“Kesetiaan Sebagai Orang Beriman”: Renungan, Sabtu 5 November 2022

0
1184

Hari Biasa (H)

Flp.4:10-19; Mzm.112:1-2,5-6,8a,9; Luk.16:9-15

Kesetiaan adalah hal yang sangat mahal. Kesetiaan adalah sesuatu yang dibangun atau dibentuk oleh seseorang dalam dirinya. Kesetiaan memberi dampak yang positif bagi diri seseorang dan bagi setiap orang di sekitarnya. Orang yang setia akan disegani oleh banyak orang. Kesetiaan sangat diperlukan dalam kehidupan orang, bukan saja dalam hidup sosialnya tapi juga dalam hidup berimannya.

Injil hari ini menjelaskan apa arti kesetiaan. Kesetiaan berarti memberi diri atau mengabdi kepada satu tuan. Dalam Injil dijelaskan bahwa orang tidak dapat mengabdi kepada dua tuan, karena jika demikian ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lainnya. Secara jelas dikatakan bahwa kesetiaan seseorang tidak mungkin diberikannya kepada dua orang sekaligus. Orang yang setia tentu hanya akan memilih satu dari dua.

Selanjutnya, dalam Injil dijelaskan tentang kesetiaan dalam tugas. Orang tentunya akan mendapatkan tugas yang sesuai dengan level kemampuannya. Semuanya tentu akan dimulai dari yang paling mudah terlebih dahulu. Kemudian naik seiring dengan hasil dari pekerjaan orang itu. Ketika orang mampu menyelesaikan perkara yang mudah, tentu kepadanya dapat diberikan perkara yang sedikit lebih sulit dari yang sebelumnya. Begitu seterusnya.

Jadi ketika orang meyelesaikan hal kecil dengan baik, kepadanya akan diberikan hal yang lebih besar untuk diselesaikan. Karena itu, orang diajak untuk setia dalam mengerjakan pekerjaan apa pun yang diberikan kepadanya. Ketika orang berhasil menyelesaikan perkara sederhana, hal atau perkara yang lebih besar kemudian dapat dipercayakan kepadanya.

Injil hari ini hendak mengajarkan dua hal untuk kita. Pertama, kita harus setia dan kesetiaan itu hanya dapat diberikan kepada satu orang atau satu pihak. Dalam kaitannya dengan hidup beriman, kita diajak untuk setia hanya kepada Tuhan. Berhadapan dengan kehidupan kita sehari-hari sebagai orang beriman kita diminta untuk setia kepada kebaikan. Hal kedua yang hendak diajarkan kepada kita hari ini ialah melakukan segala perkara yang ada dengan baik dan tuntas.

Ketika kita mampu menyelesaikan segalanya kita percaya, kita akan diberi ganjaran yang pantas atas semua itu. Dan semua tugas, tantangan, pekerjaan kita tentunya hanya dapat kita selesaikan ketika kita setia, setia dalam iman dan dalam kebaikan sebagaimana diajarkan oleh Kristus kepada kita. Ketika kita memiliki kesetiaan itu, kita kemudian dapat berkata sama seperti Paulus dalam suratnya kepada Jemaat di Filipi: “Segala perkara dapat kutanggung dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”

(Fr. Gabriel Billy Runtu)

  “Dan jika kamu tidak setia dalam harta orang lain, siapakah yang akan menyerahkan hartamu sendiri kepadamu? (Luk.16:12).

Marilah berdoa:

Bapa, tuntunlah aku untuk hidup dalam kesetiaan kepada-Mu, sebagaimana engkau sendiri taat kepada Bapa. Amin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini