“Kamu akan menjadi saksi-Ku”: Renungan, Minggu 23 Oktober 2022

0
1375

Hari Minggu Biasa  XXX (H) Hari Minggu Misi

Sir. 35:12-14,16-18; Mzm. 34:2-3,17-18,19,23; 2Tim. 4:6-8,16-18; Luk. 18:9-14. 

Sabda Tuhan hari ini mengajak kita semua untuk dapat menjadi saksi tentang kebenaran, karena Tuhan itu hakim yang adil. Injil hari ini mengisahkan dua orang yang pergi berdoa kepada Tuhan di Bait Allah, satunya orang Farisi dan lainnya adalah pemungut cukai. Orang Farisi dalam doanya memuji dirinya sendiri dan juga merendahkan orang lain. Tetapi sang pemungut cukai berdiri dari jauh, tidak berani memandang ke pelataran Tuhan serta memukul dirinya dan memohon belas kasih dari Tuhan. Kerendahan hati dari pemungut cukai ini menyatakan ketulusan hatinya untuk mau bertobat dan berbalik pada Tuhan. Kesungguhan hati inilah yang membuat Tuhan mau mendengarkan doanya.

Dalam kehidupan ini, kita sering merasa bahwa kita lebih baik dari orang lain. Kedudukan dan jabatan yang kita miliki menjadi kebanggaan dan bahkan sering menjadi alat dalam menindas orang lain. Namun Injil hari ini mengingatkan kepada kita semua bahwa, Tuhan tidak pernah melihat orang dari jabatan, pangkat, pekerjaan atau kedudukannya. Tuhan melihat orang dari ketulusan hatinya untuk selalu memohon bantuan Tuhan dalam menjalani kehidupan ini.

Tuhan meminta kepada kita semua untuk menjadi taat, karena ketaatan akan Sabda Allah membawa kita bukan hanya pada sebatas transformasi namun lebih pada transubstansiasi. Ketaatan inilah yang menuntun kita untuk dapat melayani Tuhan dengan sepenuh hati dan mampu untuk menghayati panggilan kita dalam melayani sesama. Hal inilah yang menjadi bukti ketaatan Paulus dalam mewartakan Injil Tuhan kepada Timotius. Ketaatan inilah yang kemudian membawanya memperoleh mahkota kebenaran dari Tuhan.

Hari ini Gereja Katolik seluruh dunia merayakan Hari Minggu Misi, dan pada tahun ini Bapa Suci Paus Fransiskus mengangkat tema ‘Kamu akan menjadi saksi-Ku’. Dalam hal ini Bapa Suci mau mengajak semua orang Kristen untuk dapat menghayati panggilan dari Tuhan yakni menjadi saksi tentang Kristus. Menjadi saksi bukan hanya mewartakan sabda Tuhan dengan kata-kata, melainkan dengan perbuatan atau tindakan dalam hidup setiap hari.

(Fr. Brelianus Ndana)

“Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia, memukul diri dan berkata: Ya, Allah, Kasihanilah aku orang berdosa ini” (Luk. 18:13).

Marilah berdoa:

Tuhan, dampingilah aku dalam mewartakan kebenaran misteri-Mu. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini