Hari Minggu Biasa XXIX (H)
Kel. 17:8-13; Mzm. 121:1-2,3-4,5-6,7-8; 2Tim. 3:14 – 4:2; Luk. 18:1-8.
Kita pasti sangat familiar dengan pernyataan “usaha tidak akan mengkhianati hasil”. Pernyataan ini ingin menegaskan bahwa perjuangan yang dilakukan oleh seseorang untuk meraih apa yang ia inginkan pasti tidak akan sia-sia jika selalu berusaha dan tidak pernah menyerah. Tidak lepas dari itu juga, ketekunan juga merupakan hal penting dalam proses menuju keberhasilan.
Bacaan-bacaan hari ini menuliskan secara jelas hasil dari sebuah ketekunan itu. Dalam bacaan Injil dikisahkan tentang Yesus yang mengajarkan kepada murid-murid-Nya untuk tidak pernah jemu untuk berdoa, karena lewat doa itu mereka akan memperoleh suatu jaminan, yaitu menjadi orang-orang yang dibenarkan oleh Allah karena tekun datang dan berdoa kepada Allah. Yesus memperjelas penegasan tersebut dengan sebuah perumpamaan tentang seorang janda yang meminta belas kasihan kepada seorang hakim agar dapat membela hak dari janda tersebut terhadap para lawannya. Walaupun mula-mula hakim itu menolak, tetapi pada akhirnya hakim itu menunjukkan belas kasihan karena janda itu terus berseru kepadanya. Ini juga menunjukkan bahwa ketekunan bisa membuahkan hasil yang baik dalam kehidupan walaupun sedang menghadapi perkara-perkara kehidupan.
Dalam bacaan kedua juga dituliskan bagaimana penegasan dari Rasul Paulus agar tetap berpegang pada kebenaran. Selain ketekunan, Rasul Paulus juga menambahkan satu hal yang penting untuk dapat pembenaran di hadapan Allah, yaitu perbuatan baik. Kebaikan juga menjadi keutamaan yang harus ada dalam diri setiap orang agar dari perbuatan baik itu bisa membuahkan hasil yang baik, seperti yang dituliskan dalam bacaan kedua “orang-orang pilihan Allah diperlengkapi dengan perbuatan baik” (2Tim 3:17).
Dalam kehidupan kita setiap hari, ada banyak peluang dan cita-cita yang kita impikan. Hari ini kita diberikan beberapa cara untuk dapat mencapai hal tersebut. Ketekunan merupakan hal sangat penting yang harus ada dalam diri kita, khususnya tekun dalam berdoa dan memohon bantuan dari Tuhan. Selain itu, kehidupan kita juga harus diwarnai dengan kebaikan-kebaikan yang dapat menuntun diri kita dan orang lain pada kebenaran sejati. Untuk itu mari kita tanamkan dalam diri kita sikap untuk terus mencari Tuhan dalam doa-doa kita. Jangan pernah lelah untuk datang dan memohon kepada-Nya karena kita yakin ia akan tetap mendengarkan kita, sambil kita mengingat bahwa cita-cita utama kita adalah menjadi orang kepunyaan Allah yang dibenarkan di hadapan-Nya.
(Fr. Bosco Pontoh)
“Tidakkah Allah akan membenarkan orang-orang pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya?” (Luk 18:7)
Marilah berdoa:
Ya Tuhan, bantulah kami agar tetap mampu bertekun dalam doa kepada-Mu. Amin.











