“Sistem Kerja Ilahi”: Renungan, Kamis 13 Oktober 2022

0
1152

Hari Biasa (H)

Ef. 1:1-10; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4,5-6; Luk. 11:47-54.

Sistem berarti suatu susunan yang telah dibuat secara teratur. Hal ini dapat kita jumpai di setiap ciptaan manusia. Misalnya handphone atau alat elekronik lainnya. Oleh karena itu setiap alat elektronik memiliki sistem kerja yang sudah diatur dengan baik oleh pencipta dan apabila pengguna melanggar sistem yang telah dibuat maka alat tersebut tidak dapat berfungsi dengan baik bahkan mengalami kerusakan.

Bacaan-bacaan hari ini berbicara tentang sistem ilahi. Jika kita melihat kembali, pada saat Allah menciptakan, segala sesuatu yang ada di dunia telah diatur oleh Allah sesuai dengan fungsinya masing-masing. Allah menciptakan bumi dengan adanya gravitasi agar benda atau manusia tidak melayang di udara. Dan kita tidak bisa melawan hal itu, sebab jika kita melawan gravitasi dengan cara melompat dari gedung atau pohon yang tinggi kita akan mati. Namun realitasnya manusia masih melanggar hal tersebut. Dan sistem lain yang dilanggar oleh manusia yaitu makan buah yang dilarang oleh Allah, yang mengakibatkan dosa (Kej. 3:6). Meskipun manusia telah melanggar tetapi Allah tidak mengubah sistem yang dibuat oleh Allah melainkan Allah mempunyai sistem rencana yang tidak diketahui oleh manusia yakni Ia mengutus Yesus untuk mewartakan kebenaran injil bagi manusia.

Namun manusia tidak mengerti dan tidak mengenal dengan baik hal itu sehingga manusia menentang rencana Allah. Seperti hal yang dikisahkan dalam injil mengenai sikap yang ditunjukkan oleh kaum Farisi. Mereka menganggap bahwa mereka adalah orang-orang yang baik dan mengetahui segalanya, sehingga mereka terus mencobai Yesus dengan berbagai pertanyaan agar mereka dapat menjebak Yesus. Mereka terus berusaha untuk membuntuti Yesus selama karya pewartaan-Nya. Mereka selalu menunjukkan sikap angkuh dengan cara melawan Yesus sampai Ia wafat di salib. Tetapi ini semua merupakan suatu rencana atau kerja Allah bagi manusia. Rencana atau sistem kerja Allah ini ditegaskan secara jelas dalam bacaan pertama yakni “sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karuniaNya” (Ef. 1:7). Hal lain yang mau ditegaskan dari bacaan pertama ialah ketaatan. Kita harus taat kepada Allah dengan segala kehendak dan rencana-Nya sebagaimana ditunjukkan oleh Yesus sebab jika kita tidak taat, kita tidak akan bersama-Nya dalam kerajaan Surga.

(Fr. Welem Landa)

“Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya.” (Ef. 1: 5). 

Marilah berdoa:

Ya Allah, mampukanlah kami untuk semakin taat kepada-Mu dalam kata, karya dan karsa kami. Amin.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini